Hubungan Latihan Fisik dalam Keluarga dengan Keteraturan Berobat pada Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Bangsalsari Kabupaten Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keperawatan
Abstract
Hipertensi menjadi penyebab kematian nomor satu di dunia setiap tahunnya
dan salah satu area prioritas pelaksanaan PIS-PK dalam penanggulangan penyakit
tidak menular. Tingginya angka hipertensi salah satunya adalah rendahnya
kesadaran seseorang untuk berobat hipertensi secara teratur. Masalah dalam
keteraturan berobat klien hipertensi masih rendah yaitu 25,07% yang teratur
melakukan pengobatan. Teori Health Belief Model (HBM) adalah teori perubahan
perilaku kesehatan dan model psikologis untuk digunakan dalam menentukan
perilaku kesehatan yang berfokus pada persepsi dan kepercayaan individu pada
suatu penyakit. Perilaku seseorang dalam mencegah adanya penyakit dapat
dipengaruhi oleh dukungan untuk bertindak dengan mengubah gaya hidup klien
hipertensi dengan melakukan latihan fisik. Latihan fisik yang dilakukan dalam
keluarga yaitu setiap anggota keluarga memperoleh manfaat dan terbentuknya
kebiasaan penting yang mendorong gaya hidup yang sehat.
Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis hubungan antara latihan fisik
dalam keluarga dengan keteraturan berobat pada hipertensi di wilayah kerja
Puskesmas Bangsalsari Kabupaten Jember. Penelitian ini merupakan penelitian
kuantitatif dengan desain menggunakan cross-sectional. Sampel pada penelitian ini
191 klien hipertensi dengan menggunakan teknik stratified random sampling. Pada
penelitian diukur dengan menggunakan data sosio demografi, kuesioner latihan
fisik (Global physical activity questionnaire) GPAQ, kuesioner keteraturan berobat
berdasarkan PIS-PK dan Sphyromanometer untuk tekanan darah. Analisa data pada
penelitian ini menggunakan uji kolerasi Mann-Whitney. Hasil uji One Sample
Kolmogorov-Smirnov Test didaptkan hasil uji normalitas setiap indikator dengan
nilai p-value <0,001. Hasil penelitian ini menunjukkan usia responden rata-rata 53 tahun dengan
jenis kelamin perempuan (82,7%), tingkat pendidikan responden mayoritas tidak
sekolah atau tidak tamat SD (42,6%), pekerjaan mayoritas responden sebagai petani
(44%). Responden penelitian rata-rata tidak berolahraga (47,1%). Lama mengalami
hipertensi mayoritas ≥ 6 bulan. Tekanan darah sistolik rata-rata 153 mmHg dan
diastolik 90 mmHg, sedangkan untuk suhu tubuh rata-rata 36,6˚C, nadi 78x/menit
dan pernapasan 20x/menit. Pada kebiasaan merokok, konsumsi tinggi garam,
minum obat antihipertensi, mayoritas responden banyak memiliki kebiasaan tidak
merokok (84,3%), tidak konsusmsi tinggi garam (79,1%), minum obat
antihipertensi (90,6%). Hasil penelitian dari variabel latihan fisik memiliki kategori
tinggi (43,5%), sedang (38,7%), dan rendah (17,8%) sedangkan pada variabel
keteraturan berobat juga memiliki kategori yang baik (91%). Penelitian ini
menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara latihan dengan
keteraturan klien hipertensi berobat (p-value 0,085). Pengidentifikasian lebih lanjut
dan didapatkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan latihan fisik (aktivitas
saat bekerja (p-value 0,040), perjalanan dari tempat ke tempat (p-value 0,011))
dengan keteraturan berobat pada hipertensi. Hal tersebut dapat disimpulkan
bahwasannya setiap indikator latihan fisik memiliki kategori sangat baik.
Berdasarkan konsep kesehatan Toeri Health Belief Model (HBM), perilaku
kesehatan seseorang yang berhubungan dengan kesehatan, dimana memiliki
keinginan untuk menghindari penyakit dan keyakinan bahwa tindakan kesehatan
akan mencegah atau menyembuhkan penyakitnya.
Berdasarkan hasil penelitian ini tidak terdapat hubungan yang signifikan
antara latihan dengan keteraturan klien hipertensi berobat, namun terdapat
hubungan yang signifikan latihan fisik (aktivitas saat bekerja dan perjalanan dari
tempat ke tempat) dengan keteraturan berobat pada hipertensi. Penelitian ini
diharapkan latihan fisik dan keteraturan berobat klien hipertensi terus dipantau atau
dikontrol agar tetap baik, sedangkan pada latihan fisik yang buruk dan tidak teratur
dalam berobat diharapkan untuk merubah gaya hidupnya dengan melakukan latihan
fisik dengan baik serta melakukan pemeriksaan atau minum obat antihipertensi
secara teratur.
Description
Reupload File Repositori 10 Februari 2026_Rudy K/Lia
