Mitos dalam Tradisi Tingkeban pada Masyarakat Jawa di Tempurejo Kabupaten Jember

dc.contributor.authorAyes Tri Suyitno
dc.date.accessioned2026-04-09T03:10:52Z
dc.date.issued2025-01-21
dc.descriptionEntry oleh Arif 2026 April 09
dc.description.abstractTradisi slametan merupakan upacara ritual yang telah menjadi tradisi di kalangan masyarakat Islam Jawa untuk memperingati peristiwa penting dalam kehidupan seseorang. Salah satu slametan yang sampai saat ini masih dilaksanakan di Desa Tempurejo, yaitu Tingkeban. Tingkeban adalah upacara atau ritual yang dilaksanakan oleh wanita hamil saat kandungannya memasuki usia ke tujuh bulan. Tingkeban dipercaya dapat memberi keselamatan kepada calon ibu dan anak yang ada dalam kandungan. Terdapat cerita mitos dalam pelaksaanaan tradisi Tingkeban di Desa Tempurejo. Pertama, pelaksanaan tradisi Tingkeban dipercaya memiliki tujuan esensial untuk menghormati saudara gaib sang bayi “ngopahi kaki among lan nini among atau sedulur papat lima pancer”. Kedua, mitos yang berkembang mengenai pelaksanaan tradisi Tingkeban, yaitu apabila seorang wanita yang sedang mengandung usia kandungan tujuh bulan tidak menjalani tradisi Tingkeban maka diyakini kandungannya bisa hilang dicuri pelaku pesugihan Pujan
dc.description.sponsorshipDPU : Dr. Sukatman, M.Pd. DPA : Fitri Nura Murti, S.Pd., M.Pd.
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/6756
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan
dc.subjectMitos Tingkeban
dc.subjectMakna Simbolik
dc.subjectNilai
dc.subjectFungsi
dc.subjectPemanfaatannya
dc.titleMitos dalam Tradisi Tingkeban pada Masyarakat Jawa di Tempurejo Kabupaten Jember
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
Ayes Tri Suyitno - 200210402035.pdf
Size:
1.46 MB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: