Pengaruh LKPD Berbasis STEM dengan Media Terintegrasi Augmented Reality pada Topik Sistem Pencernaan terhadap Keterampilan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Biologi Siswa SMA
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Keterampilan berpikir kritis siswa di Indonesia masih tergolong rendah dan
sebagian besar siswa belum mampu mengembangkan keterampilan berpikir
kritisnya melalui pengerjaan soal HOTS. Keterampilan berpikir kritis memiliki
potensi dalam peningkatan kualitas pendidikan di sekolah, sehingga perlu diperkuat
melalui pembelajaran biologi. Berdasarkan penelitian yang ada sebelumnya
menyebutkan bahwasannya materi sistem pencernaan bersifat abstrak dan sering
membuat siswa miskonsepsi karena organ pencernaan yang tidak dapat diamati
secara langsung. Salah satu potensi yang dapat digunakan dalam pembelajaran
biologi yaitu dengan memanfaatkan Augmented Reality khususnya materi terkait
konteks makanan dan pencernaan yaitu materi sistem pencernaan. Penyampaian
materi umumnya hanya bersumber pada buku teks yang telah disediakan oleh
sekolah dan LKPD pada sebagian guru yang membuatnya. Upaya yang dapat
dilakukan yakni menginovasi LKPD dengan menyisipkan unsur STEM (Science,
Technology, Engineering and Mathematics) dan media pembelajaran berbasis AR.
LKPD berbasis STEM dengan media terintegrasi AR dapat memberikan
kesempatan bagi siswa untuk berpikir kritis. Selain keterampilan berpikir kritis,
penelitian ini juga berupaya mengetahui hasil belajar siswa terhadap LKPD yang
digunakan. Hasil belajar siswa merupakan perbandingan nilai siswa sebelum dan
sesudah diberikan perlakuan. Hasil belajar siswa merupakan suatu hal yang penting
untuk mengetahui pengaruh proses belajar mengajar serta bahan evaluasi untuk
mengukur pengetahuan siswa. Tujuan penelitian untuk menganalisis pengaruh
LKPD berbasis STEM dengan media terintegrasi Augmented Reality pada topik
sistem pencernaan terhadap keterampilan berpikir kritis siswa biologi SMA dan
untuk mengetahui hasil belajar siswa terhadap LKPD berbasis STEM dengan media
terintegrasi Augmented Reality pada topik sistem pencernaan dalam pembelajaran
biologi SMA.
Jenis penelitian yang dilakukan yakni penelitian eksperimen semu (quasi
experiment) dengan menggunakan menggunakan desain Control Group Pretest Posttest. Penelitian ini dilakukan di SMAN Balung dengan subjek penelitin yaitu
kelas XI-1 dan XI-2. Kelas eksperimen menggunakan LKPD berbasis STEM
dengan media terintegrasi Augmented Reality pada topik sistem pencernaan
sedangkan kelas kontrol menggunakan LKPD non-STEM. Metode analisis data
secara deskriptif dan statistik SPSS Mann Whitney Test untuk keterampilan berpikir
kritis dan untuk hasil belajar menggunakan uji statistik ANAKOVA pada ranah
kognitif, serta uji N-Gain Score pada ranah psikomtorik.
Data keterampilan berpikir kritis siswa didasarkan pada rubrik keterampilan
berpikir kritis menggunakan lima indikator melliputi mengajukan pertanyaan serta
menjawab pertanyaan, mempertimbangkan kredibilitas sumber, mengidentifiksi
asumsi, membuat dan menentukan kesimpulan, dan yang terakhir menentukan
suatu tindakan. Hasil rerata keseluruhan aspek keterampilan berpikir kritis kelas
eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol yaitu 66,35 ± 21,59 dan kelas
kontrol 57,25 ± 21,22 Selain itu, berdasarkan uji Mann Whitney Test mendapatkan
hasil (Sig.= 0,00 < 0,05), artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara kelas
eksperimen dan kelas kontrol pada semua aspek. Sementara itu hasil belajar ranah
kognitif siswa dibuktikan dengan adanya selisish nilai pre-test dan post-test pada
kelas eksperimen sebesar 15,58 sedangkan pada kelas kontrol sebesar 8,86.
Berdasarkan hasil uji Anacova pada hasil belajar ranah kognitif siswa mendapatkan
hasil (Sig. = 0,00 < 0,05), serta hasil belajar ranah psikomotorik menunjukkan rerata
N-Gain score untuk kelas eksperimen sebesar 0,6 ± 0,06 termasuk dalam kategori
sedang, dengan nilai N-Gain score minimal 0,5 dan maksimal 0,7. Sedangkan pada
kelas kontrol rerata nilai N-Gain score sebesar 0,2 ± 0,3 termasuk dalam kategori
rendah, dengan nilai N-Gain score minimal 0,2 dan maksimal 0,3.
Description
Entry oleh Arif 2026 Februari 26
