Analisis Risiko K3 Tenaga Kerja pada Pekerjaan Struktur Hotel Adiwana Alas Harum Bali dengan Metode Hirarc dan Fishbone Diagram
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknik
Abstract
Pelaksanaan proyek konstruksi dengan kondisi medan yang kompleks
meningkatkan potensi terjadinya kecelakaan kerja. Berdasarkan data BPJS
Ketenagakerjaan, jumlah kasus kecelakaan kerja meningkat dari 234.370 kasus
pada tahun 2021 menjadi 462.241 kasus pada akhir tahun 2024. Proyek
pembangunan Hotel Adiwana Alas Harum Bali memiliki karakteristik lokasi di tepi
jurang dengan elevasi +265.900 hingga +287.300, medan curam, serta keterbatasan
alat berat yang meningkatkan potensi bahaya kerja. Penelitian ini bertujuan untuk
mengidentifikasi risiko dominan, menganalisis akar penyebab risiko dominan,
merumuskan pengendalian risiko dominan, serta mengevaluasi penurunan tingkat
risiko dominan setelah pengendalian diterapkan. Metode yang digunakan adalah
Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC) untuk
identifikasi dan penilaian risiko, analisis Pareto untuk menentukan risiko dominan,
serta Fishbone Diagram untuk menganalisis akar penyebab risiko. Hasil penelitian
menunjukkan dari 65 variabel risiko terdapat 45 variabel risiko dominan yang
dikelompokkan ke dalam 9 kelompok risiko. Risiko dominan berkategori high risk
dengan nilai risk rating 13 terdapat pada Kelompok 1, yaitu risiko paparan material
kerja berupa percikan beton dan pekerjaan hot work/las, yang dipengaruhi oleh
faktor tenaga kerja, alat dan material, lingkungan, serta metode kerja. Pengendalian
risiko dilakukan berdasarkan hierarki pengendalian melalui eliminasi, substitusi,
perancangan, administratif, dan APD. Pengendalian risiko untuk Kelompok 1 yaitu
seperti memastikan sambungan pipa beton terpasang rapat dan kuat, memasang
grounding mesin las, menyediakan tirai dan pembatas area kerja, memastikan
penggunaan concrete vibrator dilakukan dengan aman dan tidak mengenai
tulangan, serta mewajibkan penggunaan APD lengkap. Setelah pengendalian
diterapkan, tingkat risiko dominan mengalami penurunan dari 4 kategori high risk
dan 41 moderate risk menjadi 40 low risk dan 5 moderate risk; selain itu, nilai risk
rating pada risiko dominan berkategori high risk menurun dari 13 menjadi 6
sehingga berubah menjadi kategori moderate risk.
Description
Approved by Teddy
