Analisis dan Perbaikan Proses Bisnis menggunakan Metode Product-Based Design (Studi Kasus : Web Pengarsipan “Simarsip” Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Malang)
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ilmu Komputer
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis akar permasalahan dalam proses bisnis
pengarsipan dokumen pada sistem SIMARSIP, serta merancang solusi perbaikan
dengan pendekatan Root Cause Analysis (RCA) dan Product-Based Design. RCA
digunakan untuk mengidentifikasi akar penyebab inefisiensi secara sistematis.
Teknik yang digunakan meliputi Fishbone Diagram untuk mengelompokkan
permasalahan berdasarkan kategori seperti manusia, metode, mesin, data,
lingkungan, dan pengukuran, serta 5 Whys Analysis untuk menggali penyebab
paling mendasar. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor penyebab utama
inefisiensi meliputi kurangnya pelatihan pegawai, prosedur kerja yang tidak
terdokumentasi dengan baik, serta keterbatasan teknologi sistem SIMARSIP.
Setelah akar permasalahan diidentifikasi, dilakukan perancangan ulang proses
bisnis menggunakan pendekatan Transformational & Product-Based Design.
Pendekatan ini tidak hanya memperbaiki proses permukaan, tetapi merombak alur
kerja secara menyeluruh dengan fokus pada produk akhir yaitu arsip digital yang
valid, terstruktur, dan mudah diakses. Perancangan dilakukan dengan tahapan
scoping, analysis, design, dan evaluation sesuai dengan konsep dari Marlon Dumas.
Desain akhir divisualisasikan dalam bentuk Product-Based Process Tree dan
dimodelkan menggunakan notasi BPMN di aplikasi Bizagi. Untuk mengukur efektivitas perbaikan, dilakukan simulasi terhadap proses bisnis
As-Is dan To-Be menggunakan parameter nyata seperti jumlah pengguna, jumlah
operator, waktu kerja, dan estimasi waktu aktivitas. Hasil simulasi menunjukkan
bahwa perbaikan proses memberikan dampak signifikan, di antaranya adalah pada
proses login diperbarui dengan menambahkan fitur registrasi akun mandiri
sehingga pengguna tidak lagi bergantung pada pihak eksternal untuk pembuatan
akun, yang sebelumnya menjadi kendala dalam akses sistem. Kemudian
pemangkasan waktu siklus proses “Menambahkan Dokumen Baru” dari 38 menit
menjadi 19 menit (efisiensi 50%), serta peningkatan efisiensi pada proses “Mencari
Dokumen” antara jika dokumen tidak ditemukan sebesar 35% dan jika dokumen
ditemukan sebesar 44%. Terdapat pengurangan jumlah petugas dari 5 menjadi 4
orang, distribusi beban kerja per karyawan justru mengalami peningkatan dari
semula menangani 4 permohonan menjadi 5 permohonan per orang. Namun
demikian, total waktu kerja per karyawan tetap menurun karena proses yang
sebelumnya dilakukan secara manual kini didukung oleh digitalisasi dan
otomatisasi. Penerapan sistem pencarian berbasis metadata, notifikasi otomatis, dan
integrasi antarproses memungkinkan penyelesaian permohonan dengan waktu yang
lebih singkat dan beban kerja yang lebih ringan. Efisiensi beban kerja ini tercatat
hingga 30,6% pada kondisi dokumen ditemukan, dan 18,8% saat dokumen tidak
ditemukan secara langsung di sistem. Perbaikan yang diusulkan juga mencakup
digitalisasi formulir layanan, integrasi antara sistem portal pelayanan dan
SIMARSIP, penambahan fitur pencarian berbasis metadata, serta dashboard
pemantauan kinerja arsip. Rekomendasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan
akurasi, kecepatan layanan, dan transparansi proses bisnis pengarsipan.
Kontribusi dari penelitian ini tidak hanya memberikan solusi konkret untuk
Dispendukcapil Kota Malang, tetapi juga menjadi acuan metodologis dalam
perbaikan proses bisnis di instansi pemerintahan lainnya yang menghadapi
permasalahan serupa. Pendekatan kombinasi RCA dan Product-Based Design
terbukti efektif dalam menggali akar masalah dan merancang solusi berbasis produk
digital secara menyeluruh.
Description
reupload file repositori 19 Fbruari 2026_Kholif/Keysa
