Pengaruh Variasi Suhu dan Waktu Hidrolisis Tandan Kosong Kelapa Sawit Terhadap Kapasitas Absorpsi serta Aktivitas Antibakteri

dc.contributor.authorErina Millenia Putri Hambali
dc.date.accessioned2026-05-26T07:30:53Z
dc.date.issued2024-12-04
dc.descriptionReuploud Repository hasyim Mei 2026 Validasi file repositori 26 Mei 2026_(Vivi)_Firli
dc.description.abstractPengaruh Variasi Suhu dan Waktu Hidrolisis Tandan Kosong Kelapa Sawit Terhadap Kapasitas Absorpsi Air serta Uji Aktivitas Antibakteri; Erina Millenia Putri Hambali; 201810301031; 35 halaman; Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Jember. Tandan kosong kelapa sawit (TKKS) merupakan limbah biomassa dari industri kelapa sawit, dengan komposisi utama yaitu selulosa, hemiselulosa, dan lignin. TKKS dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan desikan ramah lingkungan dengan menggunakan metode hidrolisis. Pengolahan desikan menggunakan variasi suhu dan waktu untuk mempelajari pengaruh variasi tersebut terhadap kapasitas desikan serta potensi antibakteri dari desikan yang dihasilkan. Hidrolisis dilakukan dengan larutan kalium hidroksida (Ca(OH)2) jenuh dan hidrogen peroksida (H2O2) 0,2 M dengan variasi suhu (60°C, 75°C, dan 90°C) dan waktu (60 menit, 120 menit, dan 180 menit). Hidrolisis dengan Ca(OH)2 bertujuan untuk memecah ikatan lignoselulosa dalam TKKS sehingga nantinya selulosa menjadi lebih mudah diakses serta meningkatkan sifat higroskopis. Penambahan H2O2 digunakan untuk memecah lignin menjadi monomernya dan berpotensi memberikan sifat antibakteri. Hasil yang didapatkan menunjukkan suhu dan waktu hidrolisis berpengaruh signifikan terhadap kapasitas desikan yang dihasilkan. Kapasitas desikan tertinggi tercapai pada suhu 90°C selama 120 menit. Hal ini dikarenakan degradasi lignin yang optimal sehingga memiliki afinitas tinggi terhadap air. Namun, penambahan waktu lebih dari 120 menit menyebabkan penurunan kapasitas desikan dikarenakan adanya proses desorpsi yang meningkat. Karakterisasi menggunakan FTIR menunjukkan adanya perubahan spektra pada TKKS sebelum dan sesudah hidrolisis. Gugus fungsi O-H dan C-H terlihat lebih intens setelah hidrolisis, yang menandakan peningkatan sifat hidrofilik pada desikan. Puncak serapan pada 1710-1712 cm-1 menunjukkan keberadaan lignin menurun seiring dengan bertambahnya suhu dan waktu hidrolisis. Uji antibakteri dilakukan dengan metode agar terhadap dua jenis bakteri, yaitu Eschericia coli sebagai gram negatif dan Bacillus subtilis sebagai gram positif. Hasil menunjukkan bahwa desikan yang dihasilkan tidak memiliki aktivitas antibakteri terhadap E. Coli, tetapi menunjukkan aktivitas yang lemah terhadap Bacillus. Hal ini disebabkan konsentrasi lignin aktif yang rendah sehingga sifat antibakteri yang dihasilkan kurang efektif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa TKKS berpotensi digunakan sebagai bahan baku desikan yang ramah lingkungan dengan kapasitas desikan yang baik. Namun, optimasi lebih lanjut dibutuhkan untuk meningkatkan hasil uji antibakteri.
dc.description.sponsorshipDosbing dengan ketentuan penulisan sbb: Dosen Pembimbing Utama : Suwardiyanto, S.Si., M.Si., Ph.D., Dosen Pembimbing Anggota : Drs. Siswanto, M.Si.
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/7673
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam
dc.subjectantimicrobial
dc.subjectdesiccant
dc.subjectFTIR
dc.subjecthydrolysis
dc.subjectpalm oil empty fruit bunch.
dc.titlePengaruh Variasi Suhu dan Waktu Hidrolisis Tandan Kosong Kelapa Sawit Terhadap Kapasitas Absorpsi serta Aktivitas Antibakteri
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
Erina Millenia Putri Hambali - 201810301031.pdf
Size:
2.83 MB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: