Pengaruh Variasi Suhu dan Waktu Hidrolisis Tandan Kosong Kelapa Sawit Terhadap Kapasitas Absorpsi serta Aktivitas Antibakteri
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam
Abstract
Pengaruh Variasi Suhu dan Waktu Hidrolisis Tandan Kosong Kelapa Sawit
Terhadap Kapasitas Absorpsi Air serta Uji Aktivitas Antibakteri; Erina
Millenia Putri Hambali; 201810301031; 35 halaman; Jurusan Kimia, Fakultas
Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Jember.
Tandan kosong kelapa sawit (TKKS) merupakan limbah biomassa dari
industri kelapa sawit, dengan komposisi utama yaitu selulosa, hemiselulosa, dan
lignin. TKKS dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan desikan ramah
lingkungan dengan menggunakan metode hidrolisis. Pengolahan desikan
menggunakan variasi suhu dan waktu untuk mempelajari pengaruh variasi tersebut
terhadap kapasitas desikan serta potensi antibakteri dari desikan yang dihasilkan.
Hidrolisis dilakukan dengan larutan kalium hidroksida (Ca(OH)2) jenuh dan
hidrogen peroksida (H2O2) 0,2 M dengan variasi suhu (60°C, 75°C, dan 90°C) dan
waktu (60 menit, 120 menit, dan 180 menit). Hidrolisis dengan Ca(OH)2 bertujuan
untuk memecah ikatan lignoselulosa dalam TKKS sehingga nantinya selulosa
menjadi lebih mudah diakses serta meningkatkan sifat higroskopis. Penambahan
H2O2 digunakan untuk memecah lignin menjadi monomernya dan berpotensi
memberikan sifat antibakteri.
Hasil yang didapatkan menunjukkan suhu dan waktu hidrolisis berpengaruh
signifikan terhadap kapasitas desikan yang dihasilkan. Kapasitas desikan tertinggi
tercapai pada suhu 90°C selama 120 menit. Hal ini dikarenakan degradasi lignin
yang optimal sehingga memiliki afinitas tinggi terhadap air. Namun, penambahan
waktu lebih dari 120 menit menyebabkan penurunan kapasitas desikan dikarenakan
adanya proses desorpsi yang meningkat.
Karakterisasi menggunakan FTIR menunjukkan adanya perubahan spektra
pada TKKS sebelum dan sesudah hidrolisis. Gugus fungsi O-H dan C-H terlihat
lebih intens setelah hidrolisis, yang menandakan peningkatan sifat hidrofilik pada
desikan. Puncak serapan pada 1710-1712 cm-1 menunjukkan keberadaan lignin
menurun seiring dengan bertambahnya suhu dan waktu hidrolisis.
Uji antibakteri dilakukan dengan metode agar terhadap dua jenis bakteri,
yaitu Eschericia coli sebagai gram negatif dan Bacillus subtilis sebagai gram
positif. Hasil menunjukkan bahwa desikan yang dihasilkan tidak memiliki aktivitas
antibakteri terhadap E. Coli, tetapi menunjukkan aktivitas yang lemah terhadap
Bacillus. Hal ini disebabkan konsentrasi lignin aktif yang rendah sehingga sifat
antibakteri yang dihasilkan kurang efektif.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa TKKS berpotensi digunakan sebagai
bahan baku desikan yang ramah lingkungan dengan kapasitas desikan yang baik.
Namun, optimasi lebih lanjut dibutuhkan untuk meningkatkan hasil uji antibakteri.
Description
Reuploud Repository hasyim Mei 2026
Validasi file repositori 26 Mei 2026_(Vivi)_Firli
