Penentuan Corrosion Rate Dan Corrosion Allowance di Lapangan Gas "Fe" Dengan Metode Pemodelan Produksi Terintegrasi

dc.contributor.authorFelia Esther
dc.date.accessioned2026-02-10T08:45:18Z
dc.date.issued2025-07
dc.descriptionReupload Repositori File 10 Februari 2026_Kholif Basri :
dc.description.abstractPenelitian ini membahas potensi korosi internal pada sistem perpipaan di Lapangan Gas “FE”, sebuah lapangan produksi gas yang telah beroperasi sejak tahun 2016 dan terdiri dari dua reservoir retrograde condensate, yaitu Negoro-1 dan Negoro-2. Karakteristik fluida dari kedua reservoir berbeda cukup jauh, baik dari sisi tekanan awal, temperatur, maupun kandungan komponen gasnya. Salah satu perhatian utama adalah keberadaan karbon dioksida (CO₂) dalam aliran gas, yang jika berada dalam kondisi basah, dapat memicu terbentuknya asam karbonat dan mempercepat korosi pada pipa baja karbon. Keberadaan uap air dan potensi kondensasi di sepanjang jaringan pipa tetap menjadi faktor yang tidak bisa diabaikan meskipun air tidak secara eksplisit diproduksi. Sistem produksi ini menunjukkan kecenderungan alami yang dapat memicu terjadinya lingkungan korosif, terutama seiring menurunnya tekanan reservoir dan suhu aliran gas. Fenomena retrograde condensation menjadi pemicu terbentuknya fasa cair seperti kondensat berat, yang dapat memunculkan slug flow dan memperparah laju korosi, khususnya di bagian pipa yang mengalami penurunan tekanan signifikan. Penurunan laju alir pada fase produksi lanjut juga meningkatkan kemungkinan terakumulasinya cairan di titik-titik tertentu dalam sistem. Akumulasi ini dapat membentuk mikro-lingkungan basah yang sulit dikendalikan dan cukup berisiko terhadap keandalan jangka panjang sistem perpipaan. Pendekatan pemodelan produksi terintegrasi digunakan untuk memahami dinamika ini secara lebih menyeluruh. Model reservoir dibangun dengan MBAL, sumur dimodelkan menggunakan PROSPER, dan jaringan permukaan direpresentasikan melalui GAP. Semua komponen ini kemudian diintegrasikan ke dalam platform RESOLVE, yang memiliki fitur untuk memprediksi laju korosi dan corrosion allowance dengan model NORSOK M-506 tahun 2017. Simulasi dilakukan dalam rentang 16 tahun dengan interval waktu dua bulanan, bertujuan untuk memperoleh gambaran tren korosi yang mungkin muncul selama umur teknis fasilitas. Hasil simulasi memperlihatkan bahwa laju korosi rata-rata berada pada angka 0,743 mm/tahun. Nilai ini dikategorikan sebagai severity level 3 yang mengindikasikan tingkat kerusakan material yang cukup serius bila tidak diantisipasi sejak dini. Corrosion allowance yang diperlukan untuk menjaga integritas pipa selama periode tersebut dihitung sebesar 11,887 mm. Nilai tersebut melebihi batas desain maksimum dalam NORSOK M-001 tahun 2014, sehingga dilakukan simulasi ulang dengan penambahan inhibitor. Hasilnya menunjukkan corrosion allowance turun menjadi 8,382 mm dengan laju korosi 0,524 mm/tahun, yang masih berada dalam batas yang dapat diterima. Angka ini menjadi rujukan awal dalam perencanaan desain, meskipun tentu saja belum bisa menjadi jaminan penuh terhadap seluruh bentuk kerusakan yang mungkin muncul selama operasional. Penelitian ini juga menguji sensitivitas terhadap dua variabel operasional, yakni diameter dalam pipa dan tekanan separator. Hasilnya menunjukkan bahwa keduanya memiliki pengaruh terhadap laju korosi. Diameter pipa yang lebih besar cenderung menurunkan risiko korosi, karena mampu mengurangi kecepatan aliran dan menghindari turbulensi berlebih. Kenaikan tekanan separator akan meningkatkan laju korosi. Namun, hubungan ini tidak selalu linier dan tetap dipengaruhi oleh variabel lain seperti suhu dan komposisi fluida. Pendekatan terintegrasi mampu memberikan gambaran awal tentang dinamika korosi dalam sistem produksi gas. Namun, hasil yang diperoleh masih perlu ditindaklanjuti dengan verifikasi lapangan dan evaluasi berkala. Hasil yang diperoleh tidak hanya menjadi dasar teknis untuk desain sistem dan pemilihan material, tapi juga dapat digunakan sebagai referensi dalam pengambilan keputusan operasional, termasuk strategi mitigasi seperti pemilihan inhibitor, perencanaan inspeksi, dan penjadwalan penggantian pipa. Pertimbangan terhadap dinamika sistem secara menyeluruh memungkinkan risiko korosi ditinjau lebih mendalam. Pendekatan ini dapat mendukung optimasi operasional, pemilihan desain yang lebih tepat, serta pengendalian biaya pemeliharaan yang lebih terukur.
dc.description.sponsorshipDosen Pembimbing Utama : Ir. Riska Laksmita Sari, S.Si., M.T Dosen Pembimbing Anggota: --
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/2715
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Teknik
dc.subjectpotensi korosi internal
dc.subjectLapangan Gas “FE”
dc.subjectKarakteristik fluida
dc.titlePenentuan Corrosion Rate Dan Corrosion Allowance di Lapangan Gas "Fe" Dengan Metode Pemodelan Produksi Terintegrasi
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
Felia Esther - 211910801002.pdf
Size:
2.98 MB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: