Penentuan Corrosion Rate Dan Corrosion Allowance di Lapangan Gas "Fe" Dengan Metode Pemodelan Produksi Terintegrasi
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknik
Abstract
Penelitian ini membahas potensi korosi internal pada sistem perpipaan di
Lapangan Gas “FE”, sebuah lapangan produksi gas yang telah beroperasi sejak
tahun 2016 dan terdiri dari dua reservoir retrograde condensate, yaitu Negoro-1
dan Negoro-2. Karakteristik fluida dari kedua reservoir berbeda cukup jauh, baik
dari sisi tekanan awal, temperatur, maupun kandungan komponen gasnya. Salah
satu perhatian utama adalah keberadaan karbon dioksida (CO₂) dalam aliran gas,
yang jika berada dalam kondisi basah, dapat memicu terbentuknya asam karbonat
dan mempercepat korosi pada pipa baja karbon. Keberadaan uap air dan potensi
kondensasi di sepanjang jaringan pipa tetap menjadi faktor yang tidak bisa
diabaikan meskipun air tidak secara eksplisit diproduksi.
Sistem produksi ini menunjukkan kecenderungan alami yang dapat memicu
terjadinya lingkungan korosif, terutama seiring menurunnya tekanan reservoir dan
suhu aliran gas. Fenomena retrograde condensation menjadi pemicu terbentuknya
fasa cair seperti kondensat berat, yang dapat memunculkan slug flow dan
memperparah laju korosi, khususnya di bagian pipa yang mengalami penurunan
tekanan signifikan. Penurunan laju alir pada fase produksi lanjut juga meningkatkan
kemungkinan terakumulasinya cairan di titik-titik tertentu dalam sistem. Akumulasi
ini dapat membentuk mikro-lingkungan basah yang sulit dikendalikan dan cukup
berisiko terhadap keandalan jangka panjang sistem perpipaan.
Pendekatan pemodelan produksi terintegrasi digunakan untuk memahami
dinamika ini secara lebih menyeluruh. Model reservoir dibangun dengan MBAL,
sumur dimodelkan menggunakan PROSPER, dan jaringan permukaan
direpresentasikan melalui GAP. Semua komponen ini kemudian diintegrasikan ke
dalam platform RESOLVE, yang memiliki fitur untuk memprediksi laju korosi dan
corrosion allowance dengan model NORSOK M-506 tahun 2017. Simulasi
dilakukan dalam rentang 16 tahun dengan interval waktu dua bulanan, bertujuan
untuk memperoleh gambaran tren korosi yang mungkin muncul selama umur teknis
fasilitas. Hasil simulasi memperlihatkan bahwa laju korosi rata-rata berada pada
angka 0,743 mm/tahun. Nilai ini dikategorikan sebagai severity level 3 yang
mengindikasikan tingkat kerusakan material yang cukup serius bila tidak
diantisipasi sejak dini. Corrosion allowance yang diperlukan untuk menjaga
integritas pipa selama periode tersebut dihitung sebesar 11,887 mm. Nilai tersebut
melebihi batas desain maksimum dalam NORSOK M-001 tahun 2014, sehingga
dilakukan simulasi ulang dengan penambahan inhibitor. Hasilnya menunjukkan
corrosion allowance turun menjadi 8,382 mm dengan laju korosi 0,524 mm/tahun,
yang masih berada dalam batas yang dapat diterima. Angka ini menjadi rujukan
awal dalam perencanaan desain, meskipun tentu saja belum bisa menjadi jaminan
penuh terhadap seluruh bentuk kerusakan yang mungkin muncul selama
operasional. Penelitian ini juga menguji sensitivitas terhadap dua variabel operasional,
yakni diameter dalam pipa dan tekanan separator. Hasilnya menunjukkan bahwa
keduanya memiliki pengaruh terhadap laju korosi. Diameter pipa yang lebih besar
cenderung menurunkan risiko korosi, karena mampu mengurangi kecepatan aliran
dan menghindari turbulensi berlebih. Kenaikan tekanan separator akan
meningkatkan laju korosi. Namun, hubungan ini tidak selalu linier dan tetap
dipengaruhi oleh variabel lain seperti suhu dan komposisi fluida.
Pendekatan terintegrasi mampu memberikan gambaran awal tentang
dinamika korosi dalam sistem produksi gas. Namun, hasil yang diperoleh masih
perlu ditindaklanjuti dengan verifikasi lapangan dan evaluasi berkala. Hasil yang
diperoleh tidak hanya menjadi dasar teknis untuk desain sistem dan pemilihan
material, tapi juga dapat digunakan sebagai referensi dalam pengambilan keputusan
operasional, termasuk strategi mitigasi seperti pemilihan inhibitor, perencanaan
inspeksi, dan penjadwalan penggantian pipa. Pertimbangan terhadap dinamika
sistem secara menyeluruh memungkinkan risiko korosi ditinjau lebih mendalam.
Pendekatan ini dapat mendukung optimasi operasional, pemilihan desain yang lebih
tepat, serta pengendalian biaya pemeliharaan yang lebih terukur.
Description
Reupload Repositori File 10 Februari 2026_Kholif Basri
:
