Pola Pengelolaan Sampah dalam Program Banyuwangi Hijau di Kecamatan Songgon Kabupaten Banyuwangi:
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Abstract
Penelitian ini membahas tentang pola pengelolaan sampah dalam Program
Banyuwangi Hijau di Kecamatan Songgon Kabupaten Banyuwangi. Salah satu
masalah terbesar yang dihadapi Indonesia adalah sampah. Sampah semakin parah
seiring dengan pertumbuhan penduduk dan perubahan pola konsumsi masyarakat.
Pengelolaan sampah masih menghadapi berbagai kendala, antara lain fasilitas yang
belum memadai, kesadaran masyarakat yang masih rendah, dan minimnya sarana
pengelolaan, meskipun telah ada berbagai peraturan perundangan seperti Undang
Undang Nomor 18 Tahun 2008 dan berbagai kebijakan daerah lainnya. Masalah
serupa juga terjadi di Kabupaten Banyuwangi, terbukti dari data statistik timbulan
sampah yang bervariasi antara tahun 2021 dan 2023. Pemerintah daerah telah
meresponsnya dengan memberlakukan sejumlah peraturan, antara lain Peraturan
Daerah Nomor 6 Tahun 2022 dan Peraturan Bupati Nomor 54 Tahun 2018 , yang
dirancang untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan sampah melalui keterlibatan
masyarakat dan pertimbangan lingkungan.
Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banyuwangi memulai program
Banyuwangi Hijau yang mengusung pendekatan ekonomi sirkular dan bermitra
dengan PT. Systemiq Lestari Indonesia sebagai salah satu cara untuk melaksanakan
kebijakan tersebut. Melalui peningkatan daur ulang dan pembangunan TPS 3R di
Desa Balak Kecamatan Songgon, program ini berupaya untuk mengurangi timbulan
sampah dengan cara menekan angka sampah rumah tangga dari sumbernya secara
langsung. Secara keseluruhan, pola pengelolaan sampah dalam Program
Banyuwangi Hijau di Kecamatan Songgon menunjukkan komitmen yang kuat
terhadap pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular. Namun, pada
pelaksanaanya di Kecamatan Songgon masih menemui kendala yaitu seperti
rendahnya kesadaran sebagian masyarakat, keterbatasan Sumber Daya Manusia
(SDM), dan konsistensi dalam pemilahan masih dihadapi. Untuk itu, program
Banyuwangi Hijau terus melakukan evaluasi, serta mendorong inovasi dalam
pengelolaan sampah agar keberlanjutan lingkungan dapat terus dijaga dan diperkuat
di Kecamatan Songgon.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan
kualitatif dengan sifat deskriptif yang menghasilkan data deskriptif berbentuk
kalimat tertulis maupun lisan dari informan atau sumber data yang diperoleh.
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini ialah observasi,
wawancara, dan dokumentasi. Data yang digunakan yaitu data primer melalui wawancara ataupun dokumen lain dari narasumber, sedangkan data sekunder
berupa jurnal, artikel ilmiah, laporan, catatan, dan lain sebagainya. Dalam
penelitian ini untuk menguji data dari narasumber utama juga dilakukan pengujian
keabsahan data menggunakan triangulasi teknik dan triangulasi sumber, untuk
analisis datanya menggunakan model analisis interaktif miles dan huberman.
Description
Reaploud Repository 16 Maret_agus
