Kepentingan Prancis Menjadi Anggota IORA
| dc.contributor.author | Balilah Rizki Putriga | |
| dc.date.accessioned | 2026-02-11T08:33:04Z | |
| dc.date.issued | 2024-05-08 | |
| dc.description | Reupload Repository 11 Februari 2026_Hasyim/Firdiana | |
| dc.description.abstract | Prancis memiliki teritori luar negeri (di luar batas-batas Eropa) yang tersebar ke empat penjuru bumi, yakni Samudra Hindia (Kepulauan Reunion dan Mayotte) Atlantik (Martinik, Guadeloupe, Guyana Prancis, St. Pierre dan Miquelon), dan Pasifik (Kaledonia Baru, Polenesia Prancis, Wallis dan Futuna), serta perbatasan darat Antartika hingga hutan hujan Amazon yang luas. Prancis bertanggung jawab atas luasnya kepemilikan teritori tersebut untuk menjaga dan mempertahankan kedaulatannya. Pada konteks ini, Prancis melibatkan Kepulauan Reunion di Samudra Hindia dalam organisasi regional IORA. Rekam jejak keterlibatan Prancis di IORA berawal sebagai mitra dialog pada tahun 2001, kemudian pada Januari 2021 statusnya resmi beralih menjadi anggota IORA. Peralihan status Prancis mulai dari mitra dialog hingga menjadi anggota IORA menimbulkan pertanyaan. Fenomena ini menarik untuk diteliti guna mengetahui kepentingan Prancis menjadi anggota IORA dengan segala cost yang dibayarkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan mengumpulkan data sekunder dari jurnal, website, dan buku. Kemudian untuk menganalisis data, penulis menggunakan analisis data deskriptif kualitatif yang menerapkan empat metode, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penggambaran kesimpulan. Batasan waktu yang ditetapkan penulis dalam penelitian ini, yaitu tahun 2001 (ketika Prancis bergabung menjadi mitra dialog IORA), 2020 (ketika Prancis menjadi anggota IORA), dan 2023 (ketika Prancis menjalankan keanggotaannya di IORA). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kepentingan Prancis menjadi anggota IORA adalah karena adanya pemanfaatan geopolitik Samudra Hindia atas kepemilikan Kepulauan Reunion. Strategi tersebut merupakan ajang perluasan dan penguatan pengaruh bahwa Prancis memiliki kontribusi yang signifikan terhadap stabilitas di Kawasan Samudra Hindia, terutama dampak progresif terhadap stabilitas Kepulauan Reunion. Upaya strategis Prancis difokuskan pada kepentingan geopolitik yang mencakup keamanan, ekonomi, dan politik. Pada implementasinya, kepentingan Prancis ketika menjadi anggota IORA akan lebih optimal sebab semua biaya yang dikeluarkan terbayar oleh pemanfaatan hak keanggotaanya. Prancis akan dilibatkan dalam setiap urusan terkait Samudra Hindia melalui kerja sama dan aliansi dibandingkan menjadi mitra dialog IORA. Oleh karena itu, upaya Prancis dalam menjaga stabilitas Kepulauan Reunion menjelaskan kepentingan strategisnya untuk memaksimalkan utilitas dan potensi pulau tersebut dengan bergabung menjadi anggota IORA. Pemetaan strategi tersebut ditujukan untuk mencapai kepentingan keamanan, ekonomi, dan politik. | |
| dc.description.sponsorship | DPU : Dra. Sri Yuniati, M.Si. DPA : Drs. Djoko Susilo, M.Si. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/3003 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik | |
| dc.subject | Prancis | |
| dc.subject | Anggota IORA | |
| dc.title | Kepentingan Prancis Menjadi Anggota IORA | |
| dc.type | Other |
