Kadar Protein, Sifat Fungsional, dan Antinutrisi Tempe Kratok Merah (Phaseolus lunatus L.) dengan Variasi Konsentrasi Ragi Tempe dan Jenis Bahan Kemasan
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknologi Pertanian
Abstract
Produksi tempe masih bergantung pada kedelai impor, sehingga diperlukan
substitusi bahan baku dengan memanfaatkan komoditas lokal, seperti koro kratok
merah. Kratok merah (Phaseolus lunatus L.) mengandung protein tinggi, rendah
lemak, dan senyawa fenolik. Namun, bahan ini memiliki antinutrisi asam fitat yang
dapat mengganggu ketersediaan mineral dalam tubuh. Kadar asam fitat kratok
merah dapat diturunkan melalui pengolahan menjadi tempe. Asam fitat dapat
diuraikan oleh enzim kapang ragi tempe, sehingga kadarnya dalam tempe kratok
merah mencapai batas aman. Kesempurnaan fermentasi tempe kratok merah
ditentukan oleh konsentrasi ragi dan jenis bahan kemasan fermentasi yang
digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi
ragi dan jenis bahan kemasan fermentasi tempe kratok merah terhadap kadar
protein, sifat fungsional, kandungan antinutrisi, dan tekstur tempe kratok merah,
serta menentukan perlakuan yang menghasilkan tempe kratok merah terbaik.
Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dua faktor, yaitu
konsentrasi ragi tempe (R) dengan tiga taraf (R1 = 1,5%; R2 = 2%; dan R3 = 2,5%),
dan jenis bahan kemasan fermentasi (P) terdiri dari tiga jenis (P1 = plastik, P2 =
daun pisang, dan P3 = daun jati). Percobaan diulang sebanyak tiga kali. Parameter
yang diuji meliputi kadar protein, total fenol, aktivitas antioksidan, kadar asam fitat,
tekstur, dan efektivitas. Data yang dihasilkan dianalisis menggunakan metode twoway
analysis
of
variances
(ANOVA)
dan
uji
Duncan
(p ≤ 0,05).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi ragi tempe berpengaruh
signifikan terhadap total fenol, aktivitas antioksidan, kadar asam fitat, dan tekstur,
namun berpengaruh tidak signifikan terhadap kadar protein tempe kratok merah.
Jenis bahan kemasan fermentasi berpengaruh signifikan terhadap seluruh parameter
yang diuji. Interaksi kedua perlakuan memberikan pengaruh signifikan pada total
fenol dan aktivitas antioksidan, tetapi berpengaruh tidak signifikan terhadap kadar
protein, asam fitat, dan tekstur tempe kratok merah. Tempe kratok merah memiliki
kadar protein berkisar 9,4 - 10%, total fenol berkisar 0,23 - 0,44 mg GAE/g, dan
aktivitas antioksidan berkisar 33,4 - 49,7%. Kadar asam fitat tempe kratok merah
mengalami penurunan sebesar 92,36%. Tekstur tempe kratok merah menjadi lebih
lunak seiring peningkatan konsentrasi ragi tempe, dan kemasan fermentasi plastik
menghasilkan tekstur tempe paling padat. Perlakuan terbaik terdapat pada
kombinasi konsentrasi ragi tempe 2,5% dan kemasan fermentasi daun jati (R3P3)
dengan kadar protein 9,8%, total fenol 0,44 mg GAE/g, aktivitas antioksidan
49,79%, kadar asam fitat 0,66%, serta tekstur yang lunak dengan pertumbuhan
miselia lebat.
Description
Entry oleh Arif 2026 Februari 12
