Pengaruh Pemberian Minyak Ikan Lemuru (Sardinella longiceps) Terhadap Kadar Hemoglobin Mencit (Mus musculus) Model Kurang Gizi
| dc.contributor.author | Gilang Faqih Primadana | |
| dc.date.accessioned | 2026-03-10T05:39:18Z | |
| dc.date.issued | 2026-06-02 | |
| dc.description | Reupload Repositori File 10 Maret 2026_Kholif Basri | |
| dc.description.abstract | Kurang gizi merupakan keadaan seseorang yang kekurangan asupan nutrisi seperti protein, karbohidrat, lemak, dan vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh. Kurang gizi dapat mengakibatkan penurunan kadar hemoglobin dalam tubuh karena adanya penurunan asam amino glisin yang dibutuhkan dalam sintesis hemoglobin dan gangguan dalam pengangkutan zat besi oleh karena penurunan protein transferin. Kadar hemoglobin dalam tubuh yang menurun akibat kondisi kurang gizi dapat mengakibatkan suplai oksigen ke jaringan dan organ-organ tubuh menurun, terutama organ vital seperti otak dan jantung sehingga menyebabkan seseorang mudah kelelahan, mengalami aritmia, gangguan pertumbuhan, penurunan daya pikir, dan penurunan daya tahan tubuh. Berbagai dampak akibat kurang gizi menekankan urgensitas untuk menghindari kondisi kurang gizi dengan cara pemberian suplementasi minyak ikan lemuru yang memiliki kandungan asam lemak omega-3. Kandungan asam lemak omega-3 dalam minyak ikan lemuru dapat meningkatan pembentukan senyawa suksinil koA dan meningkatkan fluiditas serta deformabilitas sel eritrosit yang berperan dalam peningkatan kadar hemoglobin dalam tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari pemberian minyak ikan lemuru terhadap kadar hemoglobin pada mencit model kurang gizi. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratoris dengan desain penelitian pretest and post test control group. Penelitian ini menggunakan subjek mencit jantan umur sapih yang dibagi menjadi 4 kelompok, yaitu kelompok normal (mencit model sehat), kontrol negatif (mencit model kurang gizi), kontrol positif (mencit model kurang gizi dengan induksi minyak ikan komersial), dan perlakuan (mencit model kurang gizi dengan induksi minyak ikan lemuru). Mencit kelompok kontrol negatif, kontrol positif, dan perlakuan dibuat menjadi model kurang gizi terlebih dahulu dengan pemberian pakan rendah protein. Setelah menjadi model kurang gizi, kelompok kontrol positif diinduksikan minyak ikan komersial dan kelompok perlakuan diinduksikan minyak ikan lemuru. Pengukuran hemoglobin dilakukan sebanyak 3 kali, yaitu pada saat pengukuran 1 (hari pertama setelah adaptasi), pengukuran 2 (hari pertama mengalami kurang gizi), dan pengukuran 3 (hari terakhir induksi minyak ikan). Pengukuran kadar hemoglobin menggunakan metode Point of Care Testing (POCT) dilakukan dengan perangkat Easytouch® GCHb. Hasil pengukuran kadar hemoglobin tersebut kemudian dilakukan analisis data menggunakan SPSS dengan uji parametrik One-Way Anova dan dilanjutkan dengan uji post hoct LSD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar hemoglobin pada kelompok normal cenderung konstan pada kadar normal yaitu 14-15 g/dL. Sedangkan, kadar hemoglobin pada mencit model kurang gizi memiliki kadar hemoglobin lebih rendah yaitu <13,6 g/dL. Kelompok mencit model kurang gizi dengan pemberian minyak ikan mengalami pemulihan dari kondisi kurang gizi pada hari ke-5 setelah induksi minyak ikan. Pemberian minyak ikan lemuru secara signifikan meningkatkan kadar hemoglobin menjadi 14,02 g/dL. Sementara itu, pemberian minyak ikan komersial secara signifikan meningkatkan kadar hemoglobin menjadi 14,25 g/dL. Peningkatan kadar hemoglobin setelah induksi minyak ikan dapat terjadi karena adanya kandungan omega-3 yang tinggi pada minyak ikan. Kadar hemoglobin kelompok mencit model kurang gizi yang diberikan minyak ikan komersial lebih tinggi daripada kelompok yang diberikan minyak ikan lemuru karena pada minyak ikan tersebut selain kandungan omega-3, juga terdapat kandungan vitamin A dan vitamin D. Kadar hemoglobin kelompok mencit model kurang gizi tanpa pemberian minyak ikan menjadi paling rendah dibanding kelompok lain karena pakan standar saja tanpa nutrisi tambahan lain belum dapat mengembalikan kadar hemoglobin kembali normal. Kesimpulan yang didapatkan dari penelitian ini adalah terjadi peningkatan kadar hemoglobin pada mencit (Mus muculus) model kurang gizi setelah diberikan minyak ikan lemuru (Sardinella longiceps). | |
| dc.description.sponsorship | Dosen Pembimbing Utama : drg. Izzata Barid, M.Kes Dosen Pembimbing Anggota: Dr. drg. Didin Erma Indahyani, M.Kes | |
| dc.identifier.other | Kholif Basri | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/5027 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Kedokteran Gigi | |
| dc.subject | Kurang gizi | |
| dc.subject | kekurangan asupan nutrisi | |
| dc.subject | protein | |
| dc.subject | karbohidrat | |
| dc.subject | lemak | |
| dc.subject | dan vitamin | |
| dc.title | Pengaruh Pemberian Minyak Ikan Lemuru (Sardinella longiceps) Terhadap Kadar Hemoglobin Mencit (Mus musculus) Model Kurang Gizi | |
| dc.type | Other |
