Film Aktif Antimikroba Berbasis Pati Singkong – Kitosan Dengan Penambahan Ekstrak Bunga Telang
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknologi Pertanian
Abstract
Film Aktif Antimikroba Berbasis Pati Singkong – Kitosan dengan
Penambahan Ekstrak Bunga Telang; Olievya Maulida, 211710101119; 2026;
(87); Program studi Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian,
Universitas Jember.
Perkembangan teknologi pengemasan pangan melahirkan konsep smart
packaging, yaitu kemasan yang tidak hanya melindungi produk dari kontaminasi
fisik, kimia, dan biologis, tetapi juga mampu berinteraksi dengan produk untuk
menjaga kualitas. Smart packaging terbagi menjadi dua jenis, yaitu intelligent
packaging sebagai indikator mutu, dan active packaging yang berperan aktif
memperpanjang umur simpan melalui pelepasan atau penyerapan senyawa tertentu.
Active packaging dengan bahan alami seperti pati singkong dan kitosan menjadi
alternatif ramah lingkungan yang dapat meningkatkan keamanan pangan. Pati
singkong berfungsi sebagai pembentuk film aktif, sedangkan kitosan berperan
sebagai antimikroba dan pembentuk struktur. Penambahan ekstrak bunga telang
sebagai sumber antosianin memberikan warna alami sekaligus aktivitas bioaktif
sehingga mendukung fungsi protektif kemasan. Tujuan dari penelitian ini ini yaitu,
menganalisis pengaruh penambahan ekstrak bunga telang dan kitosan terhadap sifat
fisik-kimia, mekanik, kadar air, serta aktivitas antibakteri film yang dihubungkan
antara kandungan antosianin dan kitosan terhadap bakteri gram (-) Escherichia coli
dan bakteri gram (+) Staphylococcus aureus.
Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) 2 faktorial yaitu
penambahan kitosan dan ekstrak bunga telang. Penelitian ini dilakukan tiga tahap
yaitu pembuatan ekstrak bunga telang dan pembuatan film aktif dan analisis.
Formulasi film aktif dibuat dengan variasi konsentrasi ekstrak bunga telang (25%
dan 30%) serta kombinasi dengan kitosan 2%. Analisis yang dilakukan meliputi uji
warna, kadar air (%bb), ketebalan, kuat tarik, kandungan antosianin, serta uji
aktivitas antibakteri terhadap bakteri gram (-) Escherichia coli dan bakteri gram (+)
Staphylococcus aureus menggunakan metode difusi cakram. Data yang diperoleh
dilakukan uji statistik ANOVA untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan.
Hasil uji warna menunjukkan penurunan nilai L dari 92,64 (P0) menjadi
49,94 (P4), dengan pergeseran nilai b* ke arah negatif dan peningkatan nilai H*
hingga 285,96, menandakan dominasi warna biru dari antosianin bunga telang.
Nilai chroma tertinggi tercatat pada P4 (15,85), menunjukkan intensitas warna yang
kuat dan stabil. Uji kadar air menunjukkan bahwa formulasi kontrol (P0 dan P3)
memiliki kadar air terendah 20,68% dan 23,35%(bb), sedangkan formulasi dengan
kombinasi ekstrak bunga telang dan kitosan (P1, P2 dan P4) memiliki kadar air
tertinggi 31,86%, 33,12%, dan 31,89%(bb). Uji ketebalan memperlihatkan
peningkatan dari 0,19 mm (P0) menjadi 0,24 mm (P3 dan P4). Uji kuat tarik
menunjukkan peningkatan dari 36,568 (P0) menjadi 52,075 kgf/cm² (P4),
menunjukkan perbaikan sifat mekanik film. Analisis kandungan antosianin
menunjukkan nilai tertinggi pada film dengan ekstrak bunga telang tanpa kitosan
(0,1203% pada P1 dan 0,1623% pada P2), sedangkan kombinasi dengan kitosan
menghasilkan nilai lebih rendah (0,896% pada P3 dan 0,1046% pada P4), diduga
akibat interaksi antara kitosan dan antosianin. Uji antibakteri menunjukkan bahwa
film perlakuan P1 dan P2 menghasilkan zona hambat sedang (11,468– 12,828 mm),
sedangkan perlakuan P3 dan P4 menghasilkan zona hambat kuat (21,649 – 23,548
mm) terhadap bakteri gram (-) Escherichia coli dan sedangkan bakteri gram (+)
Staphylococcus aureus menghasilkan zona hambat sedang (12,843 – 14,078 mm)
pada perlakuan P1 dan P2 serta (23,149 – 25,048 mm) pada perlakuan P3 dan P4.
Description
Validasi dan Finalisasi Ratna 15 Juli 2026
