Studi Kualitatif Perspektif Tenaga Kesehatan Terhadap Hambatan Vaksinasi BCG Tepat Waktu di Wilayah Perkotaan Kabupaten Jember
| dc.contributor.author | Amanda Dea Cahyani | |
| dc.date.accessioned | 2026-06-17T07:09:04Z | |
| dc.date.issued | 2026-01-14 | |
| dc.description | Reuploud Repository hasyim Juni 2026 Approved by Teddy | |
| dc.description.abstract | Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam kepada tenaga kesehatan yang terlibat langsung dalam pelayanan imunisasi BCG, meliputi bidan puskesmas, bidan praktik mandiri, perawat, serta koordinator imunisasi (KORIM). Responden dipilih secara purposive berdasarkan pengalaman dan keterlibatannya dalam pelaksanaan imunisasi BCG. Data hasil wawancara dianalisis secara tematik dengan membaca ulang transkrip, mengelompokkan kutipan, serta menyusun tema dan subtema yang merepresentasikan hambatan pelaksanaan vaksinasi BCG. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan vaksinasi BCG bersifat multidimensional dan berasal dari faktor internal tenaga kesehatan maupun faktor eksternal dari sasaran imunisasi. Faktor internal meliputi kendala teknis vaksinasi seperti regulasi pembukaan vial vaksin BCG, keterampilan tenaga kesehatan, kondisi bayi sebelum vaksinasi (misalnya bayi kuning), serta keterbatasan koordinasi dan penjadwalan. Hambatan koordinasi mencakup miskomunikasi jadwal, keterlambatan pelaporan bayi baru lahir, serta kesulitan pendataan akibat sasaran yang berpindah atau memilih fasilitas kesehatan lain. Faktor eksternal meliputi jarak dan akses layanan, mobilitas penduduk perkotaan, keputusan orang tua dalam memilih fasilitas kesehatan swasta, keyakinan agama dan tradisi, pengaruh keluarga, serta kekhawatiran terhadap efek samping vaksin. Penelitian juga menemukan perbedaan karakteristik hambatan antara fasilitas kesehatan pemerintah dan praktik bidan mandiri, terutama terkait fleksibilitas pembukaan vial dan aspek pembiayaan. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa hambatan pelaksanaan vaksinasi BCG di wilayah perkotaan Kabupaten Jember tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis pelayanan, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor sosial, budaya, dan sistem pelayanan kesehatan. Hambatan tersebut saling berkaitan dan berdampak pada ketepatan waktu imunisasi, cakupan pelayanan, serta potensi pemborosan vaksin. Oleh karena itu, diperlukan penguatan koordinasi antar tenaga kesehatan dan kader, peningkatan sistem pelaporan sasaran, pendekatan edukasi yang sensitif terhadap konteks sosial budaya, serta dukungan kebijakan yang lebih adaptif guna meningkatkan efektivitas pelaksanaan imunisasi BCG. | |
| dc.description.sponsorship | Dosen pembimbing utama : Dr. apt. Afifah Machlaurin, S.Farm., M.Sc., | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/9202 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Farmasi | |
| dc.subject | BCG vaccination | |
| dc.subject | healthcare workers’ perspectives | |
| dc.subject | barriers to vaccination | |
| dc.subject | midwives | |
| dc.subject | pharmacists | |
| dc.subject | urban | |
| dc.title | Studi Kualitatif Perspektif Tenaga Kesehatan Terhadap Hambatan Vaksinasi BCG Tepat Waktu di Wilayah Perkotaan Kabupaten Jember | |
| dc.type | Other |
