Studi Kualitatif Perspektif Tenaga Kesehatan Terhadap Hambatan Vaksinasi BCG Tepat Waktu di Wilayah Perkotaan Kabupaten Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Farmasi
Abstract
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif.
Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam kepada tenaga
kesehatan yang terlibat langsung dalam pelayanan imunisasi BCG, meliputi bidan
puskesmas, bidan praktik mandiri, perawat, serta koordinator imunisasi (KORIM).
Responden dipilih secara purposive berdasarkan pengalaman dan keterlibatannya
dalam pelaksanaan imunisasi BCG. Data hasil wawancara dianalisis secara
tematik dengan membaca ulang transkrip, mengelompokkan kutipan, serta
menyusun tema dan subtema yang merepresentasikan hambatan pelaksanaan
vaksinasi BCG.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan vaksinasi BCG bersifat
multidimensional dan berasal dari faktor internal tenaga kesehatan maupun faktor
eksternal dari sasaran imunisasi. Faktor internal meliputi kendala teknis vaksinasi
seperti regulasi pembukaan vial vaksin BCG, keterampilan tenaga kesehatan,
kondisi bayi sebelum vaksinasi (misalnya bayi kuning), serta keterbatasan
koordinasi dan penjadwalan. Hambatan koordinasi mencakup miskomunikasi
jadwal, keterlambatan pelaporan bayi baru lahir, serta kesulitan pendataan akibat
sasaran yang berpindah atau memilih fasilitas kesehatan lain. Faktor eksternal
meliputi jarak dan akses layanan, mobilitas penduduk perkotaan, keputusan orang
tua dalam memilih fasilitas kesehatan swasta, keyakinan agama dan tradisi,
pengaruh keluarga, serta kekhawatiran terhadap efek samping vaksin. Penelitian
juga menemukan perbedaan karakteristik hambatan antara fasilitas kesehatan
pemerintah dan praktik bidan mandiri, terutama terkait fleksibilitas pembukaan
vial dan aspek pembiayaan.
Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa hambatan pelaksanaan vaksinasi
BCG di wilayah perkotaan Kabupaten Jember tidak hanya berkaitan dengan aspek
teknis pelayanan, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor sosial, budaya, dan sistem
pelayanan kesehatan. Hambatan tersebut saling berkaitan dan berdampak pada
ketepatan waktu imunisasi, cakupan pelayanan, serta potensi pemborosan vaksin.
Oleh karena itu, diperlukan penguatan koordinasi antar tenaga kesehatan dan
kader, peningkatan sistem pelaporan sasaran, pendekatan edukasi yang sensitif
terhadap konteks sosial budaya, serta dukungan kebijakan yang lebih adaptif guna
meningkatkan efektivitas pelaksanaan imunisasi BCG.
Description
Reuploud Repository hasyim Juni 2026
Approved by Teddy
