Penggunaan Deiksis dalam Film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck Karya Buya Hamka
| dc.contributor.author | Chaisara Esa Aldama | |
| dc.date.accessioned | 2026-02-24T02:47:54Z | |
| dc.date.issued | 2024-06-15 | |
| dc.description | Reuploud file repositori 24 Feb 2026_Firli | |
| dc.description.abstract | Deiksis merupakan sebuah kata atau frasa yang rujukan atau referensinya tidak tetap, berubah-ubah sesuai dengan konteksnya. Deiksis selalu ditemukan dalam film, seperti dalam film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck. Bahasa dalam film ini masih mempertahankan bahasa asli dalam novelnya sehingga menambah nuansa lokal dan keunikan bagi penonton. Penelitian mengenai deiksis dalam film ini dilakukan karena film ini menampilkan budaya Minangkabau dan bahasa yang khas, sehingga melalui deiksis, penonton atau pembaca dapat memahami makna kata atau tindakan tokoh dalam konteks budaya tersebut. Penggunaan deiksis dalam film ini juga menunjukkan latar belakang etnis Minang para tokoh, seperti penggunaan kata “inyo” yang berarti “dia” dalam bahasa Minangkabau. Tujuan penelitian ini adalah: (1) menjelaskan penggunaan jenis-jenis deiksis dan rujukan bentuk deiksis yang terdapat dalam film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya Buya Hamka dan (2) menjelaskan fungsi dari bentuk deiksis yang terdapat dalam film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck. Penelitian ini dilakukan dengan tiga tahap. Pada tahap pertama dilakukan penyediaan data dengan metode simak dan teknik simak bebas libat cakap dengan teknik lanjutan teknik catat. Tahap kedua yaitu analisis data dengan menggunakan metode padan referensial dan pragmatis. Metode padan referensial digunakan untuk menganalisis jenis dan rujukan deiksis, sedangkan metode padan pragmatis digunakan untuk menganalisis fungsi bahasa dari deiksis dengan menggunakan teknik dasar pilih unsur penentu (PUP) dan teknik lanjutan berupa teknik hubung banding menyamakan (HBS) dan teknik hubung banding membedakan (HBB). Dalam tahap ketiga, pada penyajian data, data hasil analisis disajikan dengan metode informal. Berdasarkan analisis penggunaan deiksis dalam film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck, penulis menemukan ada tiga jenis deiksis, yaitu deiksis persona, deiksis waktu, dan deiksis tempat. Deiksis persona yang ditemukan menggunakan kata ganti seperti aku, saya, -ku, kamu, -mu, mereka, dia, ia, -nya, beliau, kita, kami, dan bentuk bahasa daerah seperti ambo ‘saya’, awak ‘saya’, inyo ‘dia’, dan koen ‘kamu’. Perbedaan penggunaannya dipengaruhi oleh latar belakang sosial dan formalitas. Deiksis waktu mengacu pada waktu tuturan, seperti besok, sekarang, besok malam, empat hari ini, dua hari ini, besok hari Senin, dan besok pagi, yang membutuhkan konteks lebih lanjut. Deiksis tempat mengacu pada lokasi dengan kata seperti di sini, di sana, di siko ‘di sana’, yang merujuk tempat tertentu pada film. Penelitian ini, ditemukan unsur naratif film untuk mengetahui fungsi bahasa pada deiksis dalam film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck. Unsur-unsur naratif tersebut meliputi tokoh atau pelaku cerita, elemen ruang atau tempat, dan elemen waktu. Hasil analisis tersebut, memberikan wawasan yang mendalam terkait cara tokoh-tokoh dalam film untuk membangun hubungan antartokoh dan situasi dalam film agar tidak terjadi kesalahan referen | |
| dc.description.sponsorship | Dosen Pembimbing Utama : Dr. Asrumi, M.Hum. Dosen Pembimbing Anggota : Edy Hariyadi, S.S., M.Si. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/4196 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Ilmu Budaya | |
| dc.subject | Deiksis | |
| dc.subject | Naratif Film | |
| dc.subject | Analisis Film | |
| dc.subject | Tuturan | |
| dc.subject | Pragmatik | |
| dc.title | Penggunaan Deiksis dalam Film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck Karya Buya Hamka | |
| dc.type | Other |
