Penggunaan Deiksis dalam Film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck Karya Buya Hamka
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ilmu Budaya
Abstract
Deiksis merupakan sebuah kata atau frasa yang rujukan atau referensinya
tidak tetap, berubah-ubah sesuai dengan konteksnya. Deiksis selalu ditemukan
dalam film, seperti dalam film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck. Bahasa dalam
film ini masih mempertahankan bahasa asli dalam novelnya sehingga menambah
nuansa lokal dan keunikan bagi penonton. Penelitian mengenai deiksis dalam film
ini dilakukan karena film ini menampilkan budaya Minangkabau dan bahasa yang
khas, sehingga melalui deiksis, penonton atau pembaca dapat memahami makna
kata atau tindakan tokoh dalam konteks budaya tersebut. Penggunaan deiksis dalam
film ini juga menunjukkan latar belakang etnis Minang para tokoh, seperti
penggunaan kata “inyo” yang berarti “dia” dalam bahasa Minangkabau. Tujuan
penelitian ini adalah: (1) menjelaskan penggunaan jenis-jenis deiksis dan rujukan
bentuk deiksis yang terdapat dalam film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya
Buya Hamka dan (2) menjelaskan fungsi dari bentuk deiksis yang terdapat dalam
film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck.
Penelitian ini dilakukan dengan tiga tahap. Pada tahap pertama dilakukan
penyediaan data dengan metode simak dan teknik simak bebas libat cakap dengan
teknik lanjutan teknik catat. Tahap kedua yaitu analisis data dengan menggunakan
metode padan referensial dan pragmatis. Metode padan referensial digunakan untuk
menganalisis jenis dan rujukan deiksis, sedangkan metode padan pragmatis
digunakan untuk menganalisis fungsi bahasa dari deiksis dengan menggunakan
teknik dasar pilih unsur penentu (PUP) dan teknik lanjutan berupa teknik hubung
banding menyamakan (HBS) dan teknik hubung banding membedakan (HBB).
Dalam tahap ketiga, pada penyajian data, data hasil analisis disajikan dengan
metode informal.
Berdasarkan analisis penggunaan deiksis dalam film Tenggelamnya Kapal
Van Der Wijck, penulis menemukan ada tiga jenis deiksis, yaitu deiksis persona,
deiksis waktu, dan deiksis tempat. Deiksis persona yang ditemukan menggunakan
kata ganti seperti aku, saya, -ku, kamu, -mu, mereka, dia, ia, -nya, beliau, kita, kami,
dan bentuk bahasa daerah seperti ambo ‘saya’, awak ‘saya’, inyo ‘dia’, dan koen
‘kamu’. Perbedaan penggunaannya dipengaruhi oleh latar belakang sosial dan
formalitas. Deiksis waktu mengacu pada waktu tuturan, seperti besok, sekarang,
besok malam, empat hari ini, dua hari ini, besok hari Senin, dan besok pagi, yang
membutuhkan konteks lebih lanjut. Deiksis tempat mengacu pada lokasi dengan
kata seperti di sini, di sana, di siko ‘di sana’, yang merujuk tempat tertentu pada
film.
Penelitian ini, ditemukan unsur naratif film untuk mengetahui fungsi bahasa
pada deiksis dalam film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck. Unsur-unsur naratif
tersebut meliputi tokoh atau pelaku cerita, elemen ruang atau tempat, dan elemen
waktu. Hasil analisis tersebut, memberikan wawasan yang mendalam terkait cara
tokoh-tokoh dalam film untuk membangun hubungan antartokoh dan situasi dalam
film agar tidak terjadi kesalahan referen
Description
Reuploud file repositori 24 Feb 2026_Firli
