Uji Toksisitas Subkronis Dermal Emulgel Ekstrak Jahe Merah Terhadap Kulit Tikus Wistar
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Farmasi
Abstract
Jahe merah (Zingiber officinale var. rubrum) memiliki kandungan senyawa
bioaktif seperti 6-gingerol dan 6-shogaol yang berpotensi dikembangkan sebagai
sediaan topikal, salah satunya dalam bentuk emulgel. Meskipun memiliki potensi
farmakologis yang menjanjikan, data mengenai keamanan penggunaan topikal
secara berulang masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi
toksisitas subkronis dermal emulgel ekstrak etanol jahe merah terhadap kulit tikus
Wistar melalui pengamatan makropatologi dan histopatologi.
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratoris dengan
rancangan post-test only control group design dengan pedoman BPOM RI Nomor
10 Tahun 2022. Tikus Wistar jantan dan betina dibagi ke dalam kelompok kontrol
basis, kelompok perlakuan emulgel ekstrak etanol jahe merah dosis 250, 500, dan
1000 mg/kgBB, serta kelompok satelit dosis 1000 mg/kgBB. Sediaan diaplikasikan
secara topikal setiap hari selama 28 hari, sedangkan kelompok satelit diamati
selama 14 hari setelah penghentian perlakuan untuk mengevaluasi reversibilitas.
Parameter makropatologi meliputi indeks iritasi dermal berdasarkan skor eritema
dan edema, sedangkan parameter histopatologi meliputi jumlah sel limfosit dan
makrofag pada preparat kulit yang diwarnai hematoksilin-eosin (H&E). Analisis
statistik dilakukan menggunakan uji Two-Way ANOVA.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh kelompok perlakuan tidak
mengalami edema, sedangkan eritema ringan hanya muncul pada sebagian hewan
uji, terutama pada dosis 500 dan 1000 mg/kgBB selama minggu pertama hingga
kedua. Eritema tersebut menghilang pada minggu ketiga hingga akhir penelitian,
sehingga menunjukkan sifat reversibel. Indeks iriteasi dermal menunjukkan bahwa
emulgel ekstrak etanol jahe merah tidak mengiritasi pada dosis 250 mg/kgBB
(jantan dan betina) dan 500 mg/kgBB jantan, sedangkan pada dosis 500 mg/kgBB
betina dan 1000 mg/kgBB (jantan dan betina) tergolong iritasi tidak signifikan
(negligible). Pemeriksaan histopatologi memperlihatkan bahwa struktur epidermis
dan dermis pada seluruh kelompok tetap normal. Tidak ditemukan nekrosis,
spongiosis, akantosis, ulserasi, edema dermis, maupun infiltrasi sel inflamasi yang
bermakna. Secara deskriptif, jumlah limfosit pada kelompok perlakuan cenderung
sedikit lebih tinggi dibandingkan kontrol, namun peningkatan tersebut tidak
menunjukkan hubungan yang signifikan dengan peningkatan dosis (𝑝 > 0,05) dan
masih berada dalam rentang fisiologis. Sedangkan pemberian emulgel ekstrak
etanol jahe merah menunjukkan hubungan yang signifikan terhadap penurunan
jumlah makrofag antara kelompok kontrol basis dengan satelit (𝑝 < 0,05), namun
tidak menunjukkan hubungan yang signifikan antara kelompok dosis dengan
kelompok kontrol basis.
Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa emulgel ekstrak
etanol jahe merah memiliki profil keamanan dermal yang baik hingga dosis 1000
mg/kgBB, karena hanya menimbulkan eritema ringan yang bersifat sementara
tanpa disertai perubahan histopatologi maupun tanda inflamasi kronis yang
bermakna.
Description
Validasi file repositori 7 September 2026_Firli
