Pengaruh Pendekatan Pembelajaran Bridging Analogy terhadap Kemampuan Penalaran Matematis Siswa SMP pada Materi Teorema Pythagoras
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Pembelajaran matematika adalah proses untuk membantu peserta didik dalam
mempelajari ilmu matematika dengan baik. Pembelajaran matematika merupakan
proses interaksi antara pendidik dengan peserta didik dalam proses penguasaan
ilmu matematika agar tercapai tujuan yang diharapkan. Kemampuan bernalar
merupakan salah satu aspek dalam pembelajaran matematika. Pendekatan
pembelajaran yang tepat dapat membantu peserta didik dalam meningkatkan
pemahaman bernalar. Pendekatan pembelajaran Bridging Analogy adalah
pendekatan yang melibatkan aktivitas menghubungkan pengetahuan yang sudah
dimiliki dengan pengetahuan baru untuk membantu peserta didik mencapai
kesimpulan.
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi eksperimen
dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP
Negeri 02 Tempurejo. Pemilihan sampel dilakukan dengan menggunakan
Nonequivalent control grup design. Pada penelitian ini, kelas yang dijadikan
sampel adalah kelas VIII B dan VIII C sebanyak 54 siswa dengan rincian kelas VIII
B sebanyak 26 siswa digunakan sebagai kelas kontrol dan kelas VIII C sebanyak
28 siswa digunakan sebagai kelas eksperimen. Pengumpulan data menggunakan tes
kemampuan penalaran matematis pada materi teorema pythagoras. Data yang
didapat selanjutnya diuji nomalitas dan homogenitasnya sebelum uji hipotesis. Uji
Hipotesis pada penelitian ini menggunakan uji mann withney.
Pengambilan data dan pembelajaran dilaksanakan dalam lima kali pertemuan
dengan rincian pada pertemuan pertama dilakukan pengambilan nilai UTS siswa
Kelas VIII A s/d VIII D. Kemudian, pertemuan kedua dilaksanakan pretest pada
kelas kontrol dan kelas eksperimen. Nilai pada pretest lakukan uji normalitas dan homogenitas. Uji normalitas pada nilai pretest dilakukan untuk membuktikan
bahwa sampel yang digunakan dapat mewakili populasi. Dan uji homogenitasnya
digunakan untuk melihat bahwa kelas kontrol dan eksperimen memiliki
kemampuan yang setara. Proses pembelajaran dilakukan selama 4 × 40 menit atau
dua pertemuan. Pada akhir pertemuan dilakukan posttest pada kelas eksperimen dan
kelas kontrol. Kemudian, dilakukan uji normalitas dan uji homogenitas. Hasilnya
menyatakan bahwa data tidak berdistribusi normal, namun data tersebut homogen.
Sehingga, uji hipotesis yang dilakukan menggunakan uji mann withney.
Description
Reaploud Repository February_agus
