Analisis Gc-Ms Ekstrak Etil Asetat Dari Hasil Fermentasi Isolat Fungi Tanah Muara Serta Uji Aktivitas Antibakteri Terhadap Staphylococcus Aureus an Pseudomonas Aeruginosa
| dc.contributor.author | Afrian Rosyadi | |
| dc.date.accessioned | 2026-02-23T02:13:13Z | |
| dc.date.issued | 2025-07-28 | |
| dc.description | Reaploud Repository February_agus | |
| dc.description.abstract | Penelitian ini berjudul "Analisis GC-MS Ekstrak Etil Asetat dari Hasil Fermentasi Isolat Fungi Tanah Muara serta Uji Aktivitas Antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa". Latar belakang dari penelitian ini adalah tingginya angka resistensi antibiotik pada berbagai bakteri patogen, terutama Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa, yang telah menjadi ancaman serius dalam pengobatan infeksi. Resistensi yang terus meningkat terhadap antibiotik konvensional mendorong kebutuhan mendesak untuk menemukan sumber antibakteri baru yang lebih efektif dan aman, salah satunya dari bahan alam seperti fungi tanah. Fungi merupakan mikroorganisme eukariotik yang telah lama diketahui memiliki kemampuan memproduksi metabolit sekunder, banyak di antaranya bersifat antibakteri. Tanah muara, sebagai ekosistem yang berada di antara darat dan laut, merupakan habitat yang kaya akan mikroorganisme unik termasuk fungi. Kondisi lingkungan seperti fluktuasi salinitas, keasaman, dan keberadaan akar tanaman mangrove menciptakan kondisi stres yang mendorong fungi menghasilkan metabolit sekunder untuk bertahan hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi spesies fungi dari tanah muara, menganalisis kandungan metabolit ekstrak hasil fermentasinya menggunakan GC MS, serta menguji aktivitas antibakterinya terhadap dua jenis bakteri patogen, yaitu Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa. Penelitian dilakukan melalui isolasi fungi dari sampel tanah muara di Desa Kendit, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Setelah diperoleh tujuh isolat, dilakukan skrining awal uji antagonis untuk melihat kemampuan masing-masing dalam menghambat S. aureus. Isolat IS-IB-T2 menunjukkan zona hambat terbesar dan dipilih untuk tahap selanjutnya. Isolat terpilih kemudian diidentifikasi secara molekuler menggunakan metode PCR dengan primer ITS1 dan ITS4, dan hasil analisis menunjukkan bahwa isolat tersebut adalah Penicillium griseofulvum. Isolat ini selanjutnya difermentasi melalui metode fermentasi cair (PDB) selama 14 hari dan dilanjutkan dengan solid-state fermentation (SSF) selama 40 hari menggunakan substrat beras. Hasil fermentasi diekstraksi dengan pelarut etil asetat, dipilih karena bersifat semi-polar, tidak toksik, dan efisien dalam menarik metabolit sekunder. | |
| dc.description.sponsorship | Dosen Pembimbing Utama : Prof. apt. Ari Satia Nugraha, S.F., GDipSc., M.Sc-Res., Ph.D. Dosen Pembimbing Anggota : Dr. apt. Evi Umayah Ulfa, S.Si., M.Si. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/4028 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Farmasi | |
| dc.title | Analisis Gc-Ms Ekstrak Etil Asetat Dari Hasil Fermentasi Isolat Fungi Tanah Muara Serta Uji Aktivitas Antibakteri Terhadap Staphylococcus Aureus an Pseudomonas Aeruginosa | |
| dc.type | Thesis |
