Analisis Gc-Ms Ekstrak Etil Asetat Dari Hasil Fermentasi Isolat Fungi Tanah Muara Serta Uji Aktivitas Antibakteri Terhadap Staphylococcus Aureus an Pseudomonas Aeruginosa
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Farmasi
Abstract
Penelitian ini berjudul "Analisis GC-MS Ekstrak Etil Asetat dari Hasil
Fermentasi Isolat Fungi Tanah Muara serta Uji Aktivitas Antibakteri terhadap
Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa". Latar belakang dari
penelitian ini adalah tingginya angka resistensi antibiotik pada berbagai bakteri
patogen, terutama Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa, yang telah
menjadi ancaman serius dalam pengobatan infeksi. Resistensi yang terus meningkat
terhadap antibiotik konvensional mendorong kebutuhan mendesak untuk
menemukan sumber antibakteri baru yang lebih efektif dan aman, salah satunya dari
bahan alam seperti fungi tanah.
Fungi merupakan mikroorganisme eukariotik yang telah lama diketahui
memiliki kemampuan memproduksi metabolit sekunder, banyak di antaranya
bersifat antibakteri. Tanah muara, sebagai ekosistem yang berada di antara darat
dan laut, merupakan habitat yang kaya akan mikroorganisme unik termasuk fungi.
Kondisi lingkungan seperti fluktuasi salinitas, keasaman, dan keberadaan akar
tanaman mangrove menciptakan kondisi stres yang mendorong fungi menghasilkan
metabolit sekunder untuk bertahan hidup.
Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi spesies fungi dari tanah muara,
menganalisis kandungan metabolit ekstrak hasil fermentasinya menggunakan GC
MS, serta menguji aktivitas antibakterinya terhadap dua jenis bakteri patogen, yaitu
Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa. Penelitian dilakukan melalui
isolasi fungi dari sampel tanah muara di Desa Kendit, Kabupaten Situbondo, Jawa
Timur. Setelah diperoleh tujuh isolat, dilakukan skrining awal uji antagonis untuk
melihat kemampuan masing-masing dalam menghambat S. aureus. Isolat IS-IB-T2
menunjukkan zona hambat terbesar dan dipilih untuk tahap selanjutnya.
Isolat terpilih kemudian diidentifikasi secara molekuler menggunakan
metode PCR dengan primer ITS1 dan ITS4, dan hasil analisis menunjukkan bahwa
isolat tersebut adalah Penicillium griseofulvum. Isolat ini selanjutnya difermentasi
melalui metode fermentasi cair (PDB) selama 14 hari dan dilanjutkan dengan solid-state fermentation (SSF) selama 40 hari menggunakan substrat beras. Hasil fermentasi diekstraksi dengan pelarut etil asetat, dipilih karena bersifat semi-polar, tidak toksik, dan efisien dalam menarik metabolit sekunder.
Description
Reaploud Repository February_agus
