Kelayakan Perubahan Simpang Bundaran Menjadi Simpang Apill (Studi Kasus : Bundaran DPRD Kabupaten Jember)
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknik
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja simpang Bundaran
DPRD Kabupaten Jember dalam kondisi eksisting dan mengkaji kelayakan
penerapan alat pemberi isyarat lalu lintas (APILL) sebagai alternatif solusi
apabila kapasitas bundaran tidak lagi mencukupi. Metode yang digunakan
adalah survei volume lalu lintas, analisis kinerja menggunakan metode PKJI
2023, serta peramalan kondisi lalu lintas selama lima tahun ke depan. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa pada kondisi eksisting, tundaan lalu lintas
tertinggi terjadi pada lengan CD sore hari sebesar 25,54 detik/smp dengan
Level of Service (LOS) D, menandakan arus mulai padat, sementara tundaan
terendah sebesar 3,24 detik/smp pada lengan AB pagi hari dengan LOS A.
Peramalan kinerja bundaran menunjukkan penurunan optimalitas mulai tahun
2028 dengan tundaan yang meningkat tajam pada beberapa lengan, sehingga
diperlukan perubahan menjadi simpang bersinyal. Implementasi simpang
bersinyal dengan pengaturan 4 fase pada volume eksisting memberikan hasil
yang lebih optimal dengan waktu siklus pendek, mengurangi tundaan dan
derajat kejenuhan. Namun, siklus yang terlalu panjang (>160 detik) dapat
memperburuk pelayanan lalu lintas. Kesimpulannya, bundaran DPRD masih
layak dipertahankan saat ini, namun evaluasi dan kesiapan penerapan APILL
perlu dilakukan guna mendukung kelancaran dan disiplin berlalu lintas di
masa mendatang.
Description
Repo 12 Mei 2026_ Rudy K
Validasi dan Finalisasi Repositori File 22 Juni 2026_Kholif Basri
