Penataan Taman Maramis Sebagai Ruang Terbuka Hijau Publik Dengan Konsep Livable
| dc.contributor.author | Muhammad Yudhistira Adi Wijayanto | |
| dc.date.accessioned | 2026-01-26T02:51:28Z | |
| dc.date.issued | 2025-07-03 | |
| dc.description | Reupload file repository 26 Januari 2026_Ratna | |
| dc.description.abstract | Pertumbuhan populasi manusia di suatu kota menyebabkan terjadinya peningkatan akan kebutuhan ruang untuk mengakomodasi kepentingan mereka. Perencanaan lingkungan diperlukan untuk mengurangi dampak negatif dari adanya pembangunan dan pengembangan fisik di kawasan perkotaan, salah satunya melalui pengelolaan ruang terbuka hijau. Taman Maramis merupakan salah satu ruang terbuka hijau di Kota Probolinggo yang banyak dikunjungi oleh masyarakat. Akan tetapi, kurangnya fasilitas taman dari segi kelengkapan maupun kondisi, berdampak bagi livabilitas taman sebagai ruang terbuka hijau publik. Tujuan penelitian ini adalah menilai livabilitas Taman Maramis dan merancang Taman Maramis berdasarkan persepsi pengunjung terhadap aspek livable melaui pendekatan analogi simbolik untuk menciptakan ruang yang berkarakter dan menunjukkan identitas lokal. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif untuk menjelaskan kondisi eksisting, metode Importance Performance Analysis (IPA) untuk mengetahui persepsi pengunjung dan menentukan prioritas pembanguan, analisis ruang untuk merencanakan konsep ruang berdasarkan kondisi eksisting, analisis tapak untuk merencanakan konsep tapak berdasarkan kondisi eksisting dan analisis triangulasi untuk menentukan strategi pengembangan. Hasil penelitian menunjukkan 10 indikator dalam kuadran prioritas utama pengembangan, yaitu fasilitas perdagangan, toilet, penerangan, penataan PKL, jalur penyeberangan, pos keamanan, jogging track, jalur disabilitas, dan area parkir. Fokus perancangan dilakukan pada 10 atribut prioritas berdasarkan strategi pengembangan menggunakan pendekatan analogi simbolik. Pendekatan analogi simbolik diterapkan dengan mengadopsi ikon lokal Kota Probolinggo berupa mangga dan anggur ke dalam bentuk ornamen, elemen arsitektural, serta motif visual pada desain prioritas utama. Kesimpulannya, masih terdapat permasalahan pada Taman Maramis yang mengganggu livabilitas taman sebagai ruang terbuka hijau publik. Hasil observasi menunjukan livabilitas Taman Maramis yang masih buruk. Hal ini juga diperkuat oleh persepsi masyarakat yang menunjukkan 10 atribut prioritas pembangunan. Sehingga dilakukan perancangan desain yang didasarkan pada grand desain berupa kearifan lokal untuk menciptakan identitas ruang melalui pendektan analogi simbolik. Perancangan ini akan menciptakan taman maramis menjadi ruang publik yang layak huni, inklusif, dan mencerminkan identitas lokal. | |
| dc.description.sponsorship | DPU : Ir. Dano Quinta Revana, S.T., M.T. DPA : Ir. I Made Satya Graha, S.Pd., M.URP | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/214 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Teknik | |
| dc.subject | Taman Maramis | |
| dc.subject | Ruang Terbuka Hijau | |
| dc.subject | Konsep Livable | |
| dc.title | Penataan Taman Maramis Sebagai Ruang Terbuka Hijau Publik Dengan Konsep Livable | |
| dc.type | Other |
Files
Original bundle
1 - 1 of 1
Loading...
- Name:
- Muhammad Yudhistira Adi Wijayanto - 211910501076.pdf
- Size:
- 4.99 MB
- Format:
- Adobe Portable Document Format
License bundle
1 - 1 of 1
Loading...
- Name:
- license.txt
- Size:
- 1.71 KB
- Format:
- Item-specific license agreed to upon submission
- Description:
