Penataan Taman Maramis Sebagai Ruang Terbuka Hijau Publik Dengan Konsep Livable
Loading...
Date
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknik
Abstract
Pertumbuhan populasi manusia di suatu kota menyebabkan terjadinya
peningkatan akan kebutuhan ruang untuk mengakomodasi kepentingan mereka.
Perencanaan lingkungan diperlukan untuk mengurangi dampak negatif dari adanya
pembangunan dan pengembangan fisik di kawasan perkotaan, salah satunya
melalui pengelolaan ruang terbuka hijau. Taman Maramis merupakan salah satu
ruang terbuka hijau di Kota Probolinggo yang banyak dikunjungi oleh masyarakat.
Akan tetapi, kurangnya fasilitas taman dari segi kelengkapan maupun kondisi,
berdampak bagi livabilitas taman sebagai ruang terbuka hijau publik.
Tujuan penelitian ini adalah menilai livabilitas Taman Maramis dan
merancang Taman Maramis berdasarkan persepsi pengunjung terhadap aspek
livable melaui pendekatan analogi simbolik untuk menciptakan ruang yang
berkarakter dan menunjukkan identitas lokal. Metode yang digunakan adalah
analisis deskriptif untuk menjelaskan kondisi eksisting, metode Importance
Performance Analysis (IPA) untuk mengetahui persepsi pengunjung dan
menentukan prioritas pembanguan, analisis ruang untuk merencanakan konsep
ruang berdasarkan kondisi eksisting, analisis tapak untuk merencanakan konsep
tapak berdasarkan kondisi eksisting dan analisis triangulasi untuk menentukan
strategi pengembangan.
Hasil penelitian menunjukkan 10 indikator dalam kuadran prioritas utama
pengembangan, yaitu fasilitas perdagangan, toilet, penerangan, penataan PKL, jalur
penyeberangan, pos keamanan, jogging track, jalur disabilitas, dan area parkir.
Fokus perancangan dilakukan pada 10 atribut prioritas berdasarkan strategi
pengembangan menggunakan pendekatan analogi simbolik. Pendekatan analogi
simbolik diterapkan dengan mengadopsi ikon lokal Kota Probolinggo berupa
mangga dan anggur ke dalam bentuk ornamen, elemen arsitektural, serta motif
visual pada desain prioritas utama.
Kesimpulannya, masih terdapat permasalahan pada Taman Maramis yang
mengganggu livabilitas taman sebagai ruang terbuka hijau publik. Hasil observasi
menunjukan livabilitas Taman Maramis yang masih buruk. Hal ini juga diperkuat
oleh persepsi masyarakat yang menunjukkan 10 atribut prioritas pembangunan.
Sehingga dilakukan perancangan desain yang didasarkan pada grand desain berupa
kearifan lokal untuk menciptakan identitas ruang melalui pendektan analogi
simbolik. Perancangan ini akan menciptakan taman maramis menjadi ruang publik
yang layak huni, inklusif, dan mencerminkan identitas lokal.
Description
Reupload file repository 26 Januari 2026_Ratna
