Victim Precipitation Theory Dan Noodweer Pada Tindak Pidana Penganiayaan Dalam Hukum Pidana Di Indonesia

dc.contributor.authorFarhan Fathu Rohman
dc.date.accessioned2026-01-29T03:52:02Z
dc.date.issued2026-06-02
dc.descriptionReupload Repositori File 29 Januari 2026_Kholif Basri
dc.description.abstractLatar belakang dalam skripsi ini membahas keterkaitan antara victim precipitation theory dan konsep noodweer dalam tindak pidana penganiayaan di Indonesia. Hukum pidana Indonesia mengenal pembelaan diri sebagai alasan pembenar yang diatur dalam Pasal 49 KUHP, namun implementasinya sering kali menghadapi kompleksitas ketika korban turut berperan dalam memicu tindak pidana. Melalui pendekatan viktimologi yang dikembangkan oleh Stephen Schafer dan Benjamin Mendelsohn, victim precipitation theory menjelaskan bahwa korban tidak selalu sepenuhnya pasif, melainkan dapat memprovokasi atau memfasilitasi kejahatan. Dalam beberapa putusan, seperti 373/Pid.B/2020/PN Pdg, 103/Pid.B/2021/PN Gdt, dan 669/Pid.B/2022/PN Stb, terlihat bagaimana perilaku korban memengaruhi penilaian hakim atas sah atau tidaknya pembelaan diri terdakwa. Oleh karena itu, skripsi ini mengkaji lebih dalam peranan korban dalam tindak pidana penganiayaan dalam konteks pembelaan diri menurut hukum pidana Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertanggungjawaban pidana dalam tindak pidana penganiayaan ketika korban berperan dalam terjadinya tindak pidana, serta 2. Menjelaskan peran victim precipitation theory dalam memengaruhi pertimbangan hakim terhadap pelaku tindak pidana penganiayaan yang mengajukan noodweer. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Sedangkan untuk sumber bahan hukum yang digunakan adalah bahan hukum primer, sekunder, dan non hukum. Penelitian ini dilakukan dengan cara mengkaji putusan terkait sebuah kasus yang kemudian dihubungkan dengan aturan-aturan hukum seperti undang-undang dan peraturan lainnya guna menjawab permasalahan yang akan dibahas dalam skripsi ini. Hasil pembahasan dan kesimpulan pertama adalah pertanggungjawaban pidana dalam tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan kematian di Indonesia mengikuti aliran dualisme, yang menuntut terpenuhinya unsur perbuatan pidana dan unsur pertanggungjawaban pidana. Unsur pertanggungjawaban mencakup kemampuan bertanggung jawab, adanya kesalahan, dan tidak adanya alasan penghapus pidana. Dalam kasus ketika korban terbukti memulai konflik melalui provokasi atau serangan lebih dahulu, unsur alasan penghapus pidana, khususnya pembelaan terpaksa menjadi sangat penting. Namun, meskipun korban adalah pemicu utama, tindakan terdakwa tetap harus memenuhi seluruh syarat noodweer secara kumulatif untuk dapat dibenarkan secara hukum. Sedangkan pada pembahasan kedua ini teori victim precipitation menjadi relevan dalam memengaruhi pertimbangan hakim, khususnya jika korban tergolong the most guilty victim atau provocative victim. Hakim mempertimbangkan tidak hanya aspek yuridis seperti unsur pasal dan alat bukti, tetapi juga aspek non-yuridis seperti motif, kondisi terdakwa, dan konteks konflik. KUHP baru bahkan mengakui secara eksplisit peran korban sebagai faktor yang dapat meringankan pidana, sejalan dengan prinsip keadilan. Berdasarkan kesimpulan tersebut, peneliti memberikan saran agar aparat penegak hukum lebih cermat dan kontekstual dalam menilai unsur perbuatan dan pertanggungjawaban pidana, khususnya ketika korban memicu terjadinya tindak pidana. Pembelaan terpaksa perlu dipertimbangkan secara utuh agar putusan mencerminkan keadilan substantif. Selain itu, victim precipitation theory sebaiknya diintegrasikan dalam pertimbangan hakim untuk menganalisis secara adil peran korban. Diperlukan pula pedoman teknis dari Mahkamah Agung tentang bobot peran korban sebagai faktor pemaaf atau peringan, serta penerapan KUHP Baru yang lebih adaptif terhadap konteks psikologis dan sosial pelaku.
dc.description.sponsorshipDosen Pembimbing Utama : Dr. Fanny Tanuwijoyo, S.H, M. Hum Dosen Pembimbing Anggota: Dina Tsalist Wildana, S.H,.I, L.L.M
dc.identifier.otherKholif Basri
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/678
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Hukum
dc.subjectvictim precipitation theory
dc.subjectkonsep noodweer
dc.subjectHukum pidana
dc.titleVictim Precipitation Theory Dan Noodweer Pada Tindak Pidana Penganiayaan Dalam Hukum Pidana Di Indonesia
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
FARHAN FATHU ROHMAN - 210710101148.pdf
Size:
943.7 KB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: