Konstruksi Sosial Pasien Yang Telah Berobat Terhadap Pengobatan Alternatif Gus Muk Pasuruan

dc.contributor.authorGhifarizky Zannu Prasetya
dc.date.accessioned2026-02-20T03:32:45Z
dc.date.issued2024-07-03
dc.descriptionReupload File Repositori 20 Februari 2026_Yudi/Rega
dc.description.abstractPerkembangan dunia kesehatan medis dibarengi dengan munculnya pengobatan alternatif yang bersifat tradisional. Realitas sosial yang terjadi di masyarakat terdapat upaya menyelesaikan masalah kesehatan yang tidak hanya melalui pengobatan medis, melainkan juga pengobatan alternatif. Penelitian ini mengkaji tentang pandangan pasien terhadap pengobatan alternatif segabai sarana penyembuhan. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana konstruksi sosial pasien yang telah berobat terhadap pengobatan alternatif Gus Muk Pasuruan. Kajian penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan menggunakan tiga tahap yaitu, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menggunakan teori konstruksi sosial milik Peter L Berger dan Thomas Luckman dalam mengkaji rumusan masalah penelitian. Teori konstruksi sosial menyatakan bahwa sebuah konstruksi sosial masyarakat terbentuk melalui tiga proses dialektika yang saling berkaitan, yaitu tahap eksternalisasi, objektivikasi dan internalisasi. Hasil penelitian menunjukkan proses dialektika terjadi pada semua pasien yang menjadi informan. Pada tahap eksternalisasi, pasien mendapat informasi dari pihak lain dan mencoba mencari tahu lebih dalam terkait dengan pengobatan alternatif Gus Muk. Selanjutnya pada tahap objektifikasi, individu menerima informasi tersebut dan menindaklanjuti dengan cara mencoba pengobatan alternatif Gus Muk. Pada tahapan internalisasi pasien yang menggunakan pengobatan alternatif Gus Muk akan mengikuti seluruh rangkaian pengobatan dan menjalankan saran yang diberikan. Konstruksi sosial yang terbentuk terbagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok pasien dengan tingkat ekonomi menengah ke bawah dan kelompok pasien dengan tingkat ekonomi menengah ke atas. Konstruksi yang terbentuk pada kelompok pertama berupa konstruksi bahwa pengobatan alternatif Gus Muk sebagai pengobatan yang manjur, terjangkau, aman dan sakti. Sedangkan konstruksi kelompok kedua berupa pengobatan alternatif Gus Muk sebagai upaya penyembuhan terakhir setelah pengobatan medis.
dc.description.sponsorshipDPU: Drs. Akhmad Ganefo, M.Si. DPA: Nurul Hidayat S.Sos., MUP.
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/3892
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
dc.subjectPengobatan Alternatif
dc.subjectKonstruksi Sosial
dc.titleKonstruksi Sosial Pasien Yang Telah Berobat Terhadap Pengobatan Alternatif Gus Muk Pasuruan
dc.title.alternativeSocial Construction of Patients Who Have Been Treated by Gus Muk Pasuruan Alternative Medicine
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
Ghifarizky Zannu Prasetya - 200910302106.pdf
Size:
2.92 MB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: