Konstruksi Sosial Pasien Yang Telah Berobat Terhadap Pengobatan Alternatif Gus Muk Pasuruan
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Abstract
Perkembangan dunia kesehatan medis dibarengi dengan munculnya pengobatan alternatif yang bersifat tradisional. Realitas sosial yang terjadi di masyarakat terdapat upaya menyelesaikan masalah kesehatan yang tidak hanya melalui pengobatan medis, melainkan juga pengobatan alternatif. Penelitian ini mengkaji tentang pandangan pasien terhadap pengobatan alternatif segabai sarana penyembuhan. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana konstruksi sosial pasien yang telah berobat terhadap pengobatan alternatif Gus Muk Pasuruan. Kajian penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan menggunakan tiga tahap yaitu, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menggunakan teori konstruksi sosial milik Peter L Berger dan Thomas Luckman dalam mengkaji rumusan masalah penelitian. Teori konstruksi sosial menyatakan bahwa sebuah konstruksi sosial masyarakat terbentuk melalui tiga proses dialektika yang saling berkaitan, yaitu tahap eksternalisasi, objektivikasi dan internalisasi. Hasil penelitian menunjukkan proses dialektika terjadi pada semua pasien yang menjadi informan. Pada tahap eksternalisasi, pasien mendapat informasi dari pihak lain dan mencoba mencari tahu lebih dalam terkait dengan pengobatan alternatif Gus Muk. Selanjutnya pada tahap objektifikasi, individu menerima informasi tersebut dan menindaklanjuti dengan cara mencoba pengobatan alternatif Gus Muk. Pada tahapan internalisasi pasien yang menggunakan pengobatan alternatif Gus Muk akan mengikuti seluruh rangkaian pengobatan dan menjalankan saran yang diberikan. Konstruksi sosial yang terbentuk terbagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok pasien dengan tingkat ekonomi menengah ke bawah dan kelompok pasien dengan tingkat ekonomi menengah ke atas. Konstruksi yang terbentuk pada kelompok pertama berupa konstruksi bahwa pengobatan alternatif Gus Muk sebagai pengobatan yang manjur, terjangkau, aman dan sakti. Sedangkan konstruksi kelompok kedua berupa pengobatan alternatif Gus Muk sebagai upaya penyembuhan terakhir setelah pengobatan medis.
Description
Reupload File Repositori 20 Februari 2026_Yudi/Rega
