Pengaruh Hotel Serangga Terhadap Keanekaragaman Serangga Berguna di Lahan Agroforestri Kopi Desa Pace

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Pertanian

Abstract

Kecamatan Silo adalah salah satu daerah penghasil kopi di Jember, Jawa Timur. Desa Pace merupakan salah satu desa di Kecamatan Silo yang memproduksi kopi hingga mencapai 340.800 kuintal/tahun (BPS, 2023). Berdasarkan luas lahan dan total rata-rata produksi perkebunan kopi tersebut, Kecamatan Silo terutama di Desa Pace mempunyai potensi dalam pengembangan produksi penghasil kopi. Namun, dalam proses budidaya kopi, petani di Desa Pace menghadapi masalah utama yaitu serangan serangan hama penggerek buah kopi (PBKo) Hypothenemus hampei dan kutu putih. Hama PBKo dapat berkembang biak sangat cepat sehingga kerugian hasil panen yang dapat ditimbulkan dari hama PBKo dapat mencapai 50-90% bagi petani. Serangan kutu putih (Planococcus sp.) dapat menyebabkan klorosis, kerdil, daun muda dan buah rontok bahkan sampai menimbulkan kematian sehingga dapat merugikan ekonomis yang cukup tinggi (Sugiarti, 2019). Namun, para petani di Desa Pace dalam mengendalikan hama kutu putih maupun PBKo masih menggunakan pestisida sintetik dan fisik yang dianggap kurang efektif, penggunaan pestisida sintetik berpengaruh terhadap kematian serangga berguna. Strategi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan keanekaragaman serangga berguna melalui penggunaan hotel serangga (insect hotel). Berdasarkan penelitian Harris dkk., (2021), hotel serangga berfungsi untuk meningkatkan keanekaragaman ekosistem dan menyediakan mikrohabitat yang sesuai bagi predator hama dan serangga polinator. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tiga perlakuan: kontrol (tanpa hotel serangga), serta material daun kopi + kayu mahoni + buah kenari, dan material bambu + daun kakao + buah kenari. Alur kerja dari penelitian ini meliputi: 1) pembuatan dan penempatan hotel serangga, 2) pembuatan yellow pan trap dan pitfall trap, 3) pengukuran kondisi fisik lingkungan, 4) koleksi data, 5) identifikasi serangga berguna, 6) perhitungan populasi serangga berguna dan pencatatan data. Data hasil populasi keanekaragaman serangga dianalisis menggunakan indeks keanekaragaman Shannon-Wiener, indeks kemerataan jenis, dan indeks kekayaan jenis. Penelitian juga memanfaatkan analisis statistik seperti uji Shapiro Wilk Normality dan uji Kruskal-Wallis untuk membandingkan perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji normalitas Shapiro Wilk tidak berdistribusi normal dengan nilai signifikansi 0,000 (nilai sig < 0,05). Hasil uji Kruskal-Wallis menunjukkan adanya perbedaan antara perlakuan hotel serangga dan kontrol dengan nilai signifikansi 0,030 (nilai sig < 0,05). Hal ini dapat terjadi karena adanya variasi material yang digunakan pada hotel serangga yang dapat memengaruhi jenis serangga yang tertarik sehingga menghasilkan perbedaan yang nyata dalam keanekaragaman serangga berguna. Perlakuan B dengan perlakuan material bambu, daun kakao, dan buah kenari mempunyai nilai mean rank tertinggi dengan nilai 27 dibandingkan dengan perlakuan kontrol dan perlakuan A. Famili Formicidae memiliki nilai Indeks Nilai Penting (INP) tertinggi yang menandakan bahwa Famili tersebut mempunyai peranan penting di agroforestri kopi. Serangga dari Famili Formicidae merupakan serangga yang efektif digunakan dalam mengendalikan hama kopi seperti penggerek buah kopi yang menjadi sumber makanan Famili formicidae. Hasil indeks keanekaragaman Shannon – Wienner (H’) baik perlakuan K, A, dan B pitfall (PFT) maupun yellow pan trap (YPT) menunjukkan tingkat keanekaragaman rendah. Indeks Kemerataan Jenis (E) perlakuan kontrol PFT dan YPT menunjukkan tingkat kemerataan sedang, sedangkan perlakuan A dan B PFT dan YPT menunjukkan kemerataan rendah. Hasil Indeks Kekayaan Spesies Margalef (Dmg) menunjukkan tingkat kekayaan rendah baik perlakuan K, A, dan B pada PFT maupun YPT. Pengaruh faktor fisik lingkungan seperti suhu, kelembaban, dan intensitas cahaya terhadap populasi serangga juga diuji melalui analisis CCA (Canonical Correspondence Analysis). Hal ini bertujuan untuk membuktikan apakah ada pengaruh antara faktor fisik lingkungan terhadap keanekaragaman serangga berguna di lahan agroforestri kopi Desa Pace. Penelitian ini menyimpulkan bahwa hotel serangga berpotensi menjadi solusi konservasi serangga yang efektif dan ramah lingkungan untuk mendukung pengendalian hama di agroforestri kopi.

Description

Reupload Repositori File 11 Maret 2026_Kholif Basri

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By