Penerapan Modul Aturan Cramer Terhadap Kemampuan Berpikir Matematis Dalam Penyelesaian Soal Katrol Tetap
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Guru berperan penting dalam mencetak individu dalam mengajar,
mendidik, menuntun, mengembangkan, menilai dan mengevaluasi peserta didik.
Permasalahan yang dihadapi guru dalam proses pembelajaran yaitu menentukan
bahan ajar. Permasalahan tersebut sering terjadi dalam pembelajaran fisika,
terutama pada materi sistem katrol siswa yang masih rendah akan kemampuan
berpikir matematis. Penyelesaian sistem katrol tetap pada pembelajaran fisika
umumnya masih menggunakan bantuan buku ajar, materi yang dijelaskan masih
menggunakan persamaan umum dengan subsitusi-eliminasi. Upaya untuk
mengatasi permasalahan tersebut dapat menerapkan modul pembelajaran dengan
berbantuan aturan Cramer berbantuan Sarrus agar dapat melatih kemampuan
berpikir matematis siswa. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis perbedaan dan
melihat pengaruh modul aturan Cramer dalam penyelesaian katrol tetap terhadap
kemampuan berpikir matematis siswa.
Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan pendekatan
deskriptif kuantitatif. Pemilihan tempat penelitian menggunakan teknik purposive
sampling area, yakni terdapat kriteria sekolah menengah atas pada materi fisika
dijelaskan mengenai sistem katrol tetap. Tempat penelitian ini adalah SMAN 3
Jember. Populasi penelitian ini adalah dua kelas XI MIPA tahun ajaran 2024/2025.
Sampel penelitian ini adalah kelas XI 1 dan XI 2 SMAN 3 Jember. Desain
penelitian ini menggunakan Posttest-Only Control Group Design. Data hasil
penelitian berupa nilai skor kemampuan berpikir matematis dari hasil posttest siswa.
Hasil penelitian terkait skor kemampuan berpikir matematis siswa dianalisis
menggunakan Uji Mann Whitney. Hasil analisis tersebut menunjukkan bahwa
terdapat perbedaan yang signifikan di kedua kelas sampel pada ketiga indikator
yakni analyzing, generalizing, dan problem solving sebesar 0,000 < 0,05.
Sedangkan pada indikator convincing sebesar 0,197 > 0,05 yang artinya tidak ada
perbedaan signifikan di kedua kelas sampel. Hal tersebut diakibatkan karena siswa
kedua kelas sampel jarang menuliskan kesimpulan. Pada hasil posttest dengan uji
Independent T-test sebesar 0,000 < 0,05 yang artinya terdapat perbedaan signifikan
antara kedua kelas sampel pada kemampuan berpikir matematis. Kesimpulan dari
penelitian ini yakni, penerapan modul aturan Cramer dalam penyelesaian soal katrol
tetap berpengaruh dan memiliki perbedaan secara signifikan terhadap kemampuan
berpikir matematis siswa SMA.
Description
Reupload file repositori 6 februari 2026_ratna/dea
