Manajemen Persediaan Bahan Baku Kayu Sengon pada CV Anthas Kecamatan Pakusari Kabupaten Jember
| dc.contributor.author | Muhammad Daniel Thoriq | |
| dc.date.accessioned | 2026-03-27T07:59:30Z | |
| dc.date.issued | 2025-01-21 | |
| dc.description | Reupload file repository 27 Maret 2026_Maya | |
| dc.description.abstract | Kabupaten Jember, Jawa Timur memiliki potensi yang baik untuk industri kayu sengon . Salah satu agroindustri tersebut adalah CV Anthas yang terletak di Desa Pakusari, Kecamatan Pakusari, Kabupaten Jember, yang merupakan agroindustri bahan baku setengah jadi berupa balken atau STBR. Dalam perjalanannya, pemesanan bahan baku yang dilakukan CV Anthas dirasa kurang efektif, dikarenakan pemesanan bahan baku balken atau STBR tidak didasarkan pada perhitungan ekonomis. Kuantitas pemesanan bahan baku balken masih berdasar pada kerjasama dan perkiraan saja sehingga pemesanan bahan baku dilakukan dengan tidak menentu. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui jumlah pemesanan bahan baku yang ekonomis, frekuensi pemesanan yang dapat dilakukan, dan tingkat pemesanan kembali bahan baku Penentuan lokasi penelitian dilakukan dengan menggunakan purposive method yaitu di CV Anthas, Desa Pakusari, Kecamatan Pakusari, Kabupaten Jember. Metode Penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode analitik dan deskriptif. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder dengan metode pengumpulan data meliputi kuesioner, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Wawancara dilakukan pada 3 petinggi CV anthas, yaitu direktur, manajer, dan SPV Gudang. Penentuan responden didasarkan pada pelaku agroindustri yang memiliki pemahaman terkait penelitian sehingga dapat memberikan informasi yang relevan. Dalam melakukan penelitian ini, pesanan persediaan bahan baku ekonomis pada CV Anthas dianalisis menggunakan metode Economic Order Quantity atau (EOQ) dan tingkat pemesanan kembali bahan baku pada CV Anthas dianalisis dengan menggunakan metode Re-order Point atau (ROP). Penggunaan metode tersebut nantinya dapat meberikan hasil apakah persediaan bahan baku ekonomis atau tidak dan Tingkat pemesanan Kembali efisien atau tidak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) jumlah pemesanan bahan baku balken atau STBR oleh CV Anthas mencapai 30,250 m3. Berdasarkan kriteria pengambilan keputusan, jumlah kebutuhan bahan baku balken atau STBR di CV Anthas melebihi nilai EOQ, yakni 3.716 m3 > 30,250 m3, sehingga pemesanan bahan baku balken atau STBR di CV Anthas dinilai tidak ekonomis, (2) CV Anthas dapat melakukan pemesanan bahan baku balken atau STBR secara ekonomis hingga 123 kali dalam setahun, berdasarkan frekuensi yang mencapai 122,84 atau 123 kali. Ini berarti, dalam satu periode maksimal, CV Anthas dapat melakukan pemesanan bahan baku balken atau STBR hingga 123 kali, dan (3) jumlah pemesanan kembali bahan baku balken atau STBR di CV Anthas mencapai 25,087 m3. Berdasarkan kriteria pengambilan keputusan, nilai ROP lebih kecil dari nilai EOQ, yakni 25,087 m3 < 30,250 m3. Oleh karena itu, titik pemesanan kembali di CV Anthas dianggap efisien dan tidak mengalami kekurangan bahan baku balken atau STBR. Adanya penelitian ini diharapkan perusahaan CV Anthas dapat menerapkan metode economic order quantity (EOQ) agar dapat mengoptimalkan stok bahan baku balken atau STBR serta meminimalkan biaya persediaan bahan baku. Rekomedasi bagi penelitian selanjutnya yaitu dapat melakukan pengkajian terkait tingkat ekonomis produksi sehingga dapat diketahui apakah usaha yang dilakukan layak atau tidak. | |
| dc.description.sponsorship | DPU: Julian Adam Ridjal, SP., MP. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/5783 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Pertanian | |
| dc.subject | Manajemen Persediaan | |
| dc.subject | Kayu Sengon | |
| dc.subject | CV Anthas | |
| dc.title | Manajemen Persediaan Bahan Baku Kayu Sengon pada CV Anthas Kecamatan Pakusari Kabupaten Jember | |
| dc.type | Other |
