Manajemen Persediaan Bahan Baku Kayu Sengon pada CV Anthas Kecamatan Pakusari Kabupaten Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Pertanian
Abstract
Kabupaten Jember, Jawa Timur memiliki potensi yang baik untuk industri
kayu sengon . Salah satu agroindustri tersebut adalah CV Anthas yang terletak di
Desa Pakusari, Kecamatan Pakusari, Kabupaten Jember, yang merupakan
agroindustri bahan baku setengah jadi berupa balken atau STBR. Dalam
perjalanannya, pemesanan bahan baku yang dilakukan CV Anthas dirasa kurang
efektif, dikarenakan pemesanan bahan baku balken atau STBR tidak didasarkan
pada perhitungan ekonomis. Kuantitas pemesanan bahan baku balken masih
berdasar pada kerjasama dan perkiraan saja sehingga pemesanan bahan baku
dilakukan dengan tidak menentu. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui
jumlah pemesanan bahan baku yang ekonomis, frekuensi pemesanan yang dapat
dilakukan, dan tingkat pemesanan kembali bahan baku
Penentuan lokasi penelitian dilakukan dengan menggunakan purposive
method yaitu di CV Anthas, Desa Pakusari, Kecamatan Pakusari, Kabupaten
Jember. Metode Penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode
analitik dan deskriptif. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer
dan data sekunder dengan metode pengumpulan data meliputi kuesioner,
wawancara, observasi, dan dokumentasi. Wawancara dilakukan pada 3 petinggi
CV anthas, yaitu direktur, manajer, dan SPV Gudang. Penentuan responden
didasarkan pada pelaku agroindustri yang memiliki pemahaman terkait penelitian
sehingga dapat memberikan informasi yang relevan. Dalam melakukan penelitian
ini, pesanan persediaan bahan baku ekonomis pada CV Anthas dianalisis
menggunakan metode Economic Order Quantity atau (EOQ) dan tingkat
pemesanan kembali bahan baku pada CV Anthas dianalisis dengan menggunakan
metode Re-order Point atau (ROP). Penggunaan metode tersebut nantinya dapat meberikan hasil apakah persediaan bahan baku ekonomis atau tidak dan Tingkat
pemesanan Kembali efisien atau tidak.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) jumlah pemesanan bahan baku
balken atau STBR oleh CV Anthas mencapai 30,250 m3. Berdasarkan kriteria
pengambilan keputusan, jumlah kebutuhan bahan baku balken atau STBR di CV
Anthas melebihi nilai EOQ, yakni 3.716 m3 > 30,250 m3, sehingga pemesanan
bahan baku balken atau STBR di CV Anthas dinilai tidak ekonomis, (2) CV
Anthas dapat melakukan pemesanan bahan baku balken atau STBR secara
ekonomis hingga 123 kali dalam setahun, berdasarkan frekuensi yang mencapai
122,84 atau 123 kali. Ini berarti, dalam satu periode maksimal, CV Anthas dapat
melakukan pemesanan bahan baku balken atau STBR hingga 123 kali, dan (3)
jumlah pemesanan kembali bahan baku balken atau STBR di CV Anthas
mencapai 25,087 m3. Berdasarkan kriteria pengambilan keputusan, nilai ROP
lebih kecil dari nilai EOQ, yakni 25,087 m3 < 30,250 m3. Oleh karena itu, titik
pemesanan kembali di CV Anthas dianggap efisien dan tidak mengalami
kekurangan bahan baku balken atau STBR. Adanya penelitian ini diharapkan
perusahaan CV Anthas dapat menerapkan metode economic order quantity (EOQ)
agar dapat mengoptimalkan stok bahan baku balken atau STBR serta
meminimalkan biaya persediaan bahan baku. Rekomedasi bagi penelitian
selanjutnya yaitu dapat melakukan pengkajian terkait tingkat ekonomis produksi
sehingga dapat diketahui apakah usaha yang dilakukan layak atau tidak.
Description
Reupload file repository 27 Maret 2026_Maya
