Pengaruh Perbedaan Metode Solvent Evaporation dan Slurry terhadap Kelarutan Kokristal Naringenin-Asam Adipat

dc.contributor.authorNurul Aliyatul Aini
dc.date.accessioned2026-07-14T04:20:49Z
dc.date.issued2026-05-13
dc.descriptionFINALISASI oleh Agus 14 Juli 2026
dc.description.abstractNaringenin adalah senyawa flavonoid dengan beragam efek farmakologis, namun menghadapi kendala signifikan pada efektivitas terapetiknya karena merupakan golongan BCS kelas II, yaitu senyawa dengan kelarutan air yang rendah. Kelarutan naringenin dalam air berkisar 46±6 μg/mL (Arafah dkk., 2020). Hambatan tersebut mendorong perlunya strategi untuk meningkatkan kelarutan naringenin seperti modifikasi bentuk padat, salah satunya pembentukan kokristal. Kokristal merupakan modifikasi bentuk padat yang terdiri atas bahan aktif farmasi (BAF) dan koformer dengan memodifikasi susunan kristalnya melalui pembentukan ikatan non kovalen, seperti ikatan hidrogen, interaksi π-π stacking, dan gaya Van der Waals, dimana ikatan hidrogen merupakan ikatan yang paling kuat dan sering terjadi (Xu dkk., 2024). Pembentukan kokristal terjadi melalui interaksi synthon antara bahan aktif dan koformer, baik homosynthon ataupun heterosynthon. Interaksi ini disebabkan oleh adanya gugus fungsi (-COOH-, -CONH2, -NH2, -OH) yang berfungsi sebagai donor dan akseptor proton, sehingga berpotensi membentuk ikatan hidrogen antara bahan aktif dan koformer. Pada penelitian ini, pemilihan koformer dilakukan melalui studi literatur dan analisis komputasi (rasio 1:1). Berdasarkan analisis komputasi, asam adipat dipilih sebagai koformer melalui pendekatan synthon karena memiliki energy minimize terkecil, yaitu sebesar -35,7822 kcal/mol. Pembentukan kokristal dilakukan melalui dua metode, yaitu solvent evaporation dan slurry. Kedua metode ini berbeda dalam jumlah pelarut yang digunakan. Metode solvent evaporation menggunakan pelarut yang cukup untuk melarutkan kedua komponen secara sempurna, sedangkan metode slurry hanya menggunakan sedikit pelarut sehingga koformer larut sempurna dan bahan aktif hanya larut sebagian. Kedua metode ini memanfaatkan kondisi supersaturated dalam pembentukan kokristal.
dc.description.sponsorshipDosen Pembimbing Utama : apt. Kuni Zu’aimah Barikah, S.Farm., M.Farm
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/11223
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Farmasi
dc.subjectSolvent Evaporation
dc.subjectSlurry
dc.subjectNaringenin
dc.subjectKokristal
dc.titlePengaruh Perbedaan Metode Solvent Evaporation dan Slurry terhadap Kelarutan Kokristal Naringenin-Asam Adipat
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
Nurul Aliyatul Aini_Skripsi_Repository UNEJ.pdf
Size:
3.1 MB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: