Pengaruh Perbedaan Metode Solvent Evaporation dan Slurry terhadap Kelarutan Kokristal Naringenin-Asam Adipat
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Farmasi
Abstract
Naringenin adalah senyawa flavonoid dengan beragam efek farmakologis,
namun menghadapi kendala signifikan pada efektivitas terapetiknya karena
merupakan golongan BCS kelas II, yaitu senyawa dengan kelarutan air yang
rendah. Kelarutan naringenin dalam air berkisar 46±6 μg/mL (Arafah dkk., 2020).
Hambatan tersebut mendorong perlunya strategi untuk meningkatkan kelarutan
naringenin seperti modifikasi bentuk padat, salah satunya pembentukan kokristal.
Kokristal merupakan modifikasi bentuk padat yang terdiri atas bahan aktif farmasi
(BAF) dan koformer dengan memodifikasi susunan kristalnya melalui
pembentukan ikatan non kovalen, seperti ikatan hidrogen, interaksi π-π stacking,
dan gaya Van der Waals, dimana ikatan hidrogen merupakan ikatan yang paling
kuat dan sering terjadi (Xu dkk., 2024).
Pembentukan kokristal terjadi melalui interaksi synthon antara bahan aktif
dan koformer, baik homosynthon ataupun heterosynthon. Interaksi ini disebabkan
oleh adanya gugus fungsi (-COOH-, -CONH2, -NH2, -OH) yang berfungsi sebagai
donor dan akseptor proton, sehingga berpotensi membentuk ikatan hidrogen antara
bahan aktif dan koformer. Pada penelitian ini, pemilihan koformer dilakukan
melalui studi literatur dan analisis komputasi (rasio 1:1). Berdasarkan analisis
komputasi, asam adipat dipilih sebagai koformer melalui pendekatan synthon
karena memiliki energy minimize terkecil, yaitu sebesar -35,7822 kcal/mol.
Pembentukan kokristal dilakukan melalui dua metode, yaitu solvent
evaporation dan slurry. Kedua metode ini berbeda dalam jumlah pelarut yang
digunakan. Metode solvent evaporation menggunakan pelarut yang cukup untuk
melarutkan kedua komponen secara sempurna, sedangkan metode slurry hanya
menggunakan sedikit pelarut sehingga koformer larut sempurna dan bahan aktif
hanya larut sebagian. Kedua metode ini memanfaatkan kondisi supersaturated
dalam pembentukan kokristal.
Description
FINALISASI oleh Agus 14 Juli 2026
