Toksisitas Campuran Estrak Daun Sirih (Piper betle) dan Daun Jeruk Nipis (Citrus aurantiifolia) Terhadap Larva Nyamuk Aedes aegypti serta Pemanfaatannya Sebagai Buku Referensi
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Nyamuk Aedes aegypti merupakan vektor penyebar penyakit demam
berdarah. Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur menyatakan bahwa pada tahun
2020 angka kematian masyarakat yang terkena penyakit DBD sebesar 0,8%
sedangkan pada tahun 2021 angka kematian naik menjadi 1,1%. Kenaikan angka
kematian kasus DBD pada tahun 2021 menyatakan bahwa angka tersebut berada
diatas target nasional yakni >1% sehingga diperlukan adanya pengendalian siklus
hidup nyamuk Aedes aegypti untuk mencegah perluasan penyakit DBD. Proses
pengendalian siklus hidup pada nyamuk dapat dilakukan secara kimiawi maupun
alami. Penggunaan bahan kimia sebagai pengendali siklus hidup nyamuk dapat
menimbulkan resistensi pada nyamuk, mencemari lingkungan serta mengganggu
kesehatan manusia sehingga bahan alami lebih disarankan untuk digunakan
sebagai bahan biolarvasida.
Tanaman yang dapat digunakan sebagai bahan biolarvasida adalah tanaman
dengan jenis kandungan zat tertentu seperti minyak atsiri, alkaloid, flavonoid,
saponin, dan tanin yang dapat ditemukan pada daun sirih dan daun jeruk nipis.
Alkaloid bekerja sebagai racun perut, saponin merupakan jenis senyawa yang
dapat memperlambat sistem kerja hormon pertumbuhan pada larva, sedangkan
flavonoid akan menghambat sistem pernapasan yakni mengakibatkan adanya
kelayuan pada sistem saraf serta kerusakan pada sistem pernapasan sehingga
menyebabkan kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar
toksisitas (LC50) campuran ekstrak daun sirih (Piper betle) dan daun jeruk nipis
(Citrus aurantiifolia) terhadap larva nyamuk Aedes aegypti dengan waktu dedah
selama 24 jam.
Penelitian dilakukan di Sub Laboratorium toksikologi dan Parasitologi
Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Jember untuk proses pembuatan
campuran ekstrak daun sirih dan daun jeruk nipis. Penelitian ini dilakukan
dilakukan pada bulan April 2023- Januari 2024. Penelitian terdiri atas uji
pendahuluan dan uji akhir. Uji pendahuluan digunakan untuk menentukan
konsentrasi campuran ekstrak daun sirih (Piper betle) dan daun jeruk nipis (Citrus aurantiifolia) yang dapat membunuh 5% dan 95% larva uji dalam waktu dedah
selama 24 jam tanpa pengulangan. Uji akhir terdiri atas 8 perlakuan, dengan 20
ekor larva uji pada masing-masing perlakuan. Serial konsentrasi yang digunakan
pada uji akhir adalah 100 ppm, 300 ppm, 500 ppm, 700 ppm, 900 ppm, 1.100
ppm. LC50 ditentukan dengan analisis probit menggunakan software SPSS.
Hasil analisis probit menunjukkan bahwa besar konsentrasi campuran
ekstrak daun sirih (Piper betle) dan daun jeruk nipis (Citrus aurantiifolia) untuk
memeatiakn 50% total larva uji sebesar 496,610 ppm. Hasil penelitian mengenai
toksisitas campuran ekstrak daun sirih (Piper betle) dan daun jeruk nipis (Citrus
aurantiifolia)
terhadap mortalitas larva nyamuk Aedes aegypti akan
dipublikasikan dengan tertulis dalam bentuk buku referensi. Uji validasi buku
dilakukan oleh 3 validator dari dosen Pendidikan Biologi Universitas Jember dan
1 orang mahasiswa Pendidikan Biologi Universitas Jember. Dosen sebagai ahli
materi, 1 dosen sebagai ahli media, dan 1 mahasiswa sebagai pengguna.
Kesimpulan penelitian yang telah dilakukan adalah campuran ekstrak daun
sirih (Piper betle) dan daun jeruk nipis (Citrus aurantiifolia) bersifat toksik
terhadap larva nyamuk Aedes aegypti karena nilai LC50 <1.000 ppm sehingga
dapat digunakan sebagai biolarvasida baru karena memiliki kandungan toksisitas
yang tinggi. Buku referensi yang telah disusun dinyatakan layak untuk dijadikan
sebagai bacaan. Saran dalam penelitian yang telah dilakukan adalah melakukan uji
kandungan fitokimia pada ekstrak dan melakukan uji toksisitas pada masing
masing ekstrak yang dapat digunakan sebagai pembanding.
Description
Reaploud file repository 11 februari 2026_agus/feren
