Implementasi Foot Elevation 30° Dalam Mengurangi Edema Ekstremitas Bawah Pada Pasien Congestive Heart Failure (CHF) Yang Mengalami Hipervolemia Di Ruang Melati RSUD dr. Haryoto Lumajang

dc.contributor.authorShofie Friday Aulia
dc.date.accessioned2026-02-03T03:57:58Z
dc.date.issued2025-06-02
dc.descriptionReupload file repositori 3 februari 2026_PKL Fani/Firli
dc.description.abstractGagal jantung kongestif (Congestive Heart Failure) merupakan kondisi dimana jantung tidak dapat memompa darah secara efektif ke seluruh tubuh, hal tersebut dapat menimbulkan beberapa gejala salah satunya adalah edema perifer atau edema pada ekstremitas bawah, kemudian dapat timbul masalah keprawatan hipervoemia. Jika tidak segera ditangani gejala tersebut akan menimbulkan penurunan kualitas hidup bagi penderitanya. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi edema pada ekstremitas bawah yaitu dengan cara memposisiskan kaki dengan sudut 30° lebih tinggi dari jantung (Foot Elevation). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas terapi foot elevation 30° dalam menurunkan derajat edema ekstremitas bawah pada pasien CHF di Ruang Melati RSUD dr. Haryoto Lumajang. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus terhadap satu pasien CHF kelas III, dirawat di Ruang Melati RSUD dr. Haryoto Lumajang, mengalami 100% tanda gejala mayor hipervolemia (ortopnea, dispnea, paroxymal nocturnal dyspnea, edema anasarka/edema perifer, peningkatan berat badan dalam waktu singkat, peningkatan JVP/CVP, reflek hepatojugular positif), pasien dalam keadaan composmentis, bersedia menjadi partisipan dengan menandatangani informed consent. Intervensi berupa elevasi kaki pada sudut 30° dilakukan selama tiga hari dua kali sehari dengan durasi 5 menit pada setiap sesi. Hasil setelah implementasi menunjukkan penurunan derajat edema pada ekstremitas bawah, dari derajat + 4 pada kaki kiri dan +3 pada kaki kanan menjadi derajat +3 pada kaki kiri dan +2 pada kaki kanan. Selain itu, masalah keperawatan hipervolemia yang dialami pasien juga membaik ditandai dengan gejala hipervolemia seperti ortopnea, dyspnea, paroxysmal nocturnal dyspnea (PND), jugular venous pressure (JVP), reflek hepatojugular, distensi vena jugularis serta kadar hemoglobin dan hematokrit menunjukkan perbaikan. Namun, metode ini tidak dapat diandalkan sendiri dalam menangani masalah hipervolemia sehingga perlu penanganan secara menyeluruh. Dapat disimpulkan bahwa pemberian implementasi foot elevation 30° efektif dalam menurunkan derajat edema pada pasien dengan gagal jantung kongestif. Saran bagi peneliti selanjutnya diharapkan mampu mengombinasikan implementasi foot elevation 30° dengan implementasi lainnya.
dc.description.sponsorshipDPU: Indriana Noor Istiqomah, S.Kep., Ners, M.Kep. DPA: Musviro, S.Kep., Ners, M.Kes.
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/1225
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Keperawatan
dc.subjectGagal Jantung Kongestif
dc.subjectEdema
dc.titleImplementasi Foot Elevation 30° Dalam Mengurangi Edema Ekstremitas Bawah Pada Pasien Congestive Heart Failure (CHF) Yang Mengalami Hipervolemia Di Ruang Melati RSUD dr. Haryoto Lumajang
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
SHOFIE FRIDAY AULIA - 222303101052.pdf
Size:
3.68 MB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: