Implementasi Foot Elevation 30° Dalam Mengurangi Edema Ekstremitas Bawah Pada Pasien Congestive Heart Failure (CHF) Yang Mengalami Hipervolemia Di Ruang Melati RSUD dr. Haryoto Lumajang
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keperawatan
Abstract
Gagal jantung kongestif (Congestive Heart Failure) merupakan kondisi
dimana jantung tidak dapat memompa darah secara efektif ke seluruh tubuh, hal
tersebut dapat menimbulkan beberapa gejala salah satunya adalah edema perifer atau edema pada ekstremitas bawah, kemudian dapat timbul masalah keprawatan hipervoemia. Jika tidak segera ditangani gejala tersebut akan menimbulkan penurunan kualitas hidup bagi penderitanya. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi edema pada ekstremitas bawah yaitu dengan cara memposisiskan kaki dengan sudut 30° lebih tinggi dari jantung (Foot Elevation). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas terapi foot elevation 30° dalam menurunkan derajat edema ekstremitas bawah pada pasien CHF di Ruang Melati RSUD dr. Haryoto Lumajang. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus terhadap satu pasien CHF kelas III, dirawat di Ruang Melati RSUD dr. Haryoto Lumajang, mengalami 100% tanda gejala mayor hipervolemia (ortopnea, dispnea, paroxymal nocturnal dyspnea, edema anasarka/edema perifer, peningkatan berat badan dalam waktu singkat, peningkatan JVP/CVP, reflek hepatojugular positif), pasien dalam keadaan composmentis, bersedia menjadi partisipan dengan menandatangani informed consent. Intervensi berupa elevasi kaki pada sudut 30° dilakukan selama tiga hari dua kali sehari dengan durasi 5 menit pada setiap sesi.
Hasil setelah implementasi menunjukkan penurunan derajat edema pada
ekstremitas bawah, dari derajat + 4 pada kaki kiri dan +3 pada kaki kanan menjadi derajat +3 pada kaki kiri dan +2 pada kaki kanan. Selain itu, masalah keperawatan hipervolemia yang dialami pasien juga membaik ditandai dengan gejala hipervolemia seperti ortopnea, dyspnea, paroxysmal nocturnal dyspnea (PND), jugular venous pressure (JVP), reflek hepatojugular, distensi vena jugularis serta kadar hemoglobin dan hematokrit menunjukkan perbaikan. Namun, metode ini tidak dapat diandalkan sendiri dalam menangani masalah hipervolemia sehingga perlu penanganan secara menyeluruh. Dapat disimpulkan bahwa pemberian implementasi foot elevation 30° efektif dalam menurunkan derajat edema pada pasien dengan gagal jantung kongestif. Saran bagi peneliti selanjutnya diharapkan mampu mengombinasikan implementasi foot elevation 30° dengan implementasi lainnya.
Description
Reupload file repositori 3 februari 2026_PKL Fani/Firli
