Dampak Perceraian Orang Tua Pada Gangguan Psikososial Remaja di SMA Labschool Bandung

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Abstract

Perceraian orang tua merupakan fenomena sosial yang meningkat di Kota Bandung dan memiliki dampak signifikan terhadap perkembangan psikologis serta sosial remaja. Menurut Erikson (dalam Rama, 2020), perceraian dapat mengganggu stabilitas emosi dan perkembangan psikososial pada masa remaja yang masih rentan terhadap perubahan lingkungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak perceraian orang tua terhadap gangguan psikososial remaja di SMA Labschool Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan siswa-siswi, alumni, guru bimbingan konseling, serta keluarga yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perceraian orang tua dapat memicu berbagai gangguan psikososial pada remaja, termasuk gangguan kecemasan, penurunan konsep diri, perilaku melukai diri sendiri, serta kecenderungan menarik diri dari lingkungan sosial. Beberapa siswa yang orang tuanya bercerai mengalami kesulitan dalam mengelola emosi dan menghadapi tekanan psikologis yang berkelanjutan. Dukungan sosial dari teman sebaya dan keterlibatan dalam kegiatan ekstrakurikuler terbukti memberikan pengaruh positif dalam membantu remaja menghadapi dampak psikososial akibat perceraian. Penelitian ini memberikan gambaran mengenai dampak perceraian orang tua terhadap kondisi psikososial remaja, terutama dalam konteks lingkungan sekolah. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pihak sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam memahami pengaruh perceraian terhadap perkembangan psikososial remaja.

Description

Reupload File Repository 13 April 2026_Yudi

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By