Kultur In vitro Kalus dengan Perlakuan Chromium terhadap Tingkat Embriogenesis dan Respon Gen Enzim Antioksidan pada Tanaman Padi (Oryza sativa L.)
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
fakultas pertanian
Abstract
Padi lokal Indonesia merupakan plasma nutfah yang diduga memiliki
tingkat toleransi tinggi terhadap berbagai cekaman. Plasma nutfah yang ditanam
selama beribu-ribu tahun dapat beradaptasi pada lingkungan yang terkena
berbagai cekaman. Cekaman lingkungan yang masif terjadi yaitu adanya
industrialisasi yang melepaskan berbagai senyawa logam aktif. Senyawa logam
aktif tersebut dapat mencemari lingkungan persawahan. Salah satu senyawa
logam aktif adanya industrialisasi yaitu chromium (Cr). Cr memiliki efek
fitotoksik pada tanaman dengan menghambat pertumbuhan dan perkembangan
tanaman hingga menyebabkan kebocoran elektrolit sel yang disebabkan oleh
produksi Reactive Oxygen Species (ROS) yang berlebihan. Sel memproduksi ROS
dalam jumlah normal sebagai produk samping selama metabolisme aerobik
berlangsung. Ketika terkena cekaman abiotik seperti logam berat, sel
memproduksi ROS dalam jumlah banyak yang berakibat pada kerusakan hingga
kematian sel. Tanaman padi lokal Indonesia diteliti dengan dua metode secara in
vivo dan in vitro. Metode in vivo dilakukan sebagai kajian pendahuluan untuk
melihat respon perkecambahan benih padi terhadap cekaman Cr. Metode in vitro
dilakukan dengan melihat respon tanaman pada tingkat seluler dengan
membentuk kalus pada media induksi dan diregenerasikan pada media regenerasi
hingga menghasilkan planlet. Kalus yang tahan terhadap cekaman Cr dapat
tumbuh dan berkembang sampai menjadi planlet. Penelitian ini dilakukan untuk
mengetahui pengaruh cekaman Cr pada tingkat embriogenesis dan respon gen
enzim antioksidan serta gen metabolit terhadap kalus padi lokal Indonesia.
Kajian pendahuluan pada metode in vivo dilakukan dengan merendam 10
varietas benih padi dengan tanpa perlakuan (kontrol) dan perlakuan 100 μM
Potassium Dichromate (K2Cr2O7). Setelah 7 hari berkecambah diperoleh benih
pada perlakuan kontrol tumbuh dan berkembang dengan baik, radikula berwarna
putih dan panjang, plumula berwarna hijau dan panjang. Berbeda dengan benih
yang dikecambahkan pada perlakuan Cr, didapatkan radikula pendek dan
berwarna kecoklatan, plumula hijau kekuningan dengan ukuran lebih pendek dibandingkan perlakuan kontrol. Hal ini membuktikan bahwa Cr menghambat
perkecambahan tanaman terutama pada bagian akar karena Cr terakumulasi pada
akar tanaman. Pengaruh cekaman Cr dilihat secara detil pada tingkat seluler
dengan metode in vitro. Metode in vitro dimulai dengan menginduksi kalus pada
media N6 dengan penambahan hormon 2,4-D 2 ppm sehingga diperoleh kalus
yang berumur 2 MST. Kalus 2 MST dipindahkan pada media MS dengan
penambahan hormon NAA 0,02 ppm dan kinetin 2 ppm. Kalus yang berumur 2
MST diamati tingkat embriogenesisnya menggunakan pewarnaan ganda sitokimia
sel dengan senyawa Acetocarmine dan Evans Blue. Kalus yang tahan terhadap
cekaman Cr menyerap Acetocarmine lebih banyak daripada Evans Blue. Varietas
dengan persentase Acetocarmine lebih tinggi pada perlakuan Cr yaitu varietas
pucuk, padi koran, pontianak, mendalet, menta, widas, dan cisadane. Regenerasi
kalus 2 MST diamati dengan menghitung persentase green spot dan browning
pada kalus. Green spot menjadi tolak ukur tanaman beregenerasi karena nantinya
akan tumbuh menjadi tunas. Kalus yang tahan terhadap cekaman Cr dicirikan
kalus embriogenik dengan persentase green spot tinggi, kalus melewati tahapan
regenerasi yang terdiri atas fase globular; skutelar, koleoptilar, kalus tumbuh dan
berkembang hingga menjadi planlet. Varietas dengan ciri tahan terhadap cekaman
Cr yaitu pucuk. Sedangkan varietas widas merupakan varietas yang tidak tahan
dicirikan dengan kalus tidak beregenerasi dan mengalami browning pada
perlakuan Cr. Gen pengkode sifat ketahanan yaitu gen enzim antioksidan (Mn
SOD, Cu/ZnSOD, Cytosolic APX, CAT, GPOD, OsAPX1, OsCATA) dan metabolit
(GABA-T, P5CS) diekspresikan pada varietas yang tahan. Hasil yang diperoleh
yaitu beberapa gen terkespresi aktif kecuali pada gen CAT dan gen OsCATA.
Persentase band dikalkulasi menggunakan aplikasi ImageJ dan diperoleh hasil
persentase ketebalan band pada perlakuan Cr lebih rendah dibandingkan kontrol
yang menandakan bahwa Cr tidak berpengaruh pada aktivasi enzim antioksidan.
Description
Reupload file repository 11 februari 2026_agus/feren
