Analisis Keberlangsungan Program Kelurga Harapan Menggunakan Model Cox Proportional Hazard
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Abstract
Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan salah satu program
perlindungan sosial di Indonesia dalam bentuk bantuan sosial yang bertujuan untuk
memutus rantai kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup keluarga miskin.
PKH diharapkan dapat mengurangi beban pengeluaran keluarga miskin dalam
jangka pendek dan memutus rantai kemiskinan dalam jangka panjang. Peningkatan
kualitas kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat akan memberikan
kesempatan bagi mereka untuk meningkatkan kualitas hidup. PKH tidak hanya
berfokus pada pemberian bantuan sosial, tetapi juga mendorong Keluarga Penerima
Manfaat (KPM) untuk mencapai kemandirian atau dikenal sebagai graduasi PKH.
Graduasi PKH terbagi menjadi 3 jenis yakni graduasi alamiah, graduasi mandiri,
dan graduasi sejahtera mandiri. Cakupan sasaran PKH diperluas, dari KPM yang
mencakup 7% terbawah menjadi 25% terbawah, berdasarkan Basis Data Terpadu
(BDT). Perluasan sasaran PKH mempengaruhi jumlah partisipasi program yang
dapat memprediksi keberhasilan PKH. Analisis survival dapat memprediksi
keberlangsungan program PKH. Analisis survival merupakan suatu metode yang
digunakan untuk menganalisis data dan berhubungan dengan waktu, yaitu dimulai
dari awal pengamatan sampai terjadinya suatu kejadian khusus. Terdapat faktorfaktor yang mempengaruhi keberlangsungan PKH yang dianalis menggunakan
model Cox Proportional Hazard.
Langkah yang dilakukan pada penelitian ini adalah mendeskripsikan
karakteristik peserta PKH, menganalisis Kurva Kaplan-Meier dan Uji Log-Rank,
membuat model Cox Proportional Hazard, seleksi model terbaik, interpretasi
Hazard Ratio. Permasalahan yang akan dicari solusinya yaitu menentukan model
analisis keberlangsungan PKH dengan faktor-faktor yang berpengaruh. Variabel
prediktor (𝑋) yang digunakan adalah jenis kelamin (𝑋1), usia (𝑋2), pendidikan (𝑋3), jumlah anggota keluarga (𝑋4), pekerjaan (𝑋5), pendapatan (𝑋6), dan jenis
PKH (𝑋7). Data yang digunakan merupakan data primer yang diperoleh dari hasil
wawancara dan kuisioner KPM PKH di Desa Gumirih.
Berdasarkan analisis deskriptif dengan jumlah peserta 110, terdapat 38
peserta yang mengalami graduasi. Keberlangsungan program dan risiko graduasi
peserta dapat dilihat dari hasul fungsi survival dan fungsi hazard. Berdasarkan uji
Log-Rank diperoleh hasil variabel pendidikan, pekerjaan, pendapatan, dan jenis
PKH memiliki nilai 𝑝 − 𝑣𝑎𝑙𝑢𝑒 < 0,05 yang berarti tolak 𝐻0, artinya mempunyai
perbedaan pada masing-masing kategorinya. Uji Goodness of Fit (GOF) dilakukan
untuk menentukan model Cox Proportional Hazard jika asumsi Proportional
Hazard terpenuhi. Hasil uji GOF menyatakan bahwa semua variabel mempunyai
nilai 𝑝 − 𝑣𝑎𝑙𝑢𝑒 < 0,05 sehingga terima 𝐻0 yang berarti memenuhi asumsi
Proportional Hazard. Berdasarkan hasil tersebut kemudian dilakukan pemilihan
model terbaik dan uji signifikansi parameter untuk mengetahui variabel yang paling
berpengaruh. Terdapat model terbaik yaitu variabel pendidikan dan pekerjaan
dengan nilai AIC terkecil yaitu 275,2. Model Cox Proportional Hazard yang
didapatkan yaitu
ℎ(𝑡) = ℎ0
(𝑡) exp(0,4815 𝑋3 + 0,9135𝑋5)
Model Cox Proportional Hazard terbaik mempunyai nilai 𝑝 − 𝑣𝑎𝑙𝑢𝑒
likelihood ratio sebesar 4 × 10−6 yang dapat disimpulkan bahwa keputusannya
tolak 𝐻0, artinya variabel prediktor berpengaruh terhadap variabel respon. Uji
parsial dilakukan dan memberikan hasil variabel pendidikan, dan pekerjaan
memiliki nilai 𝑝 − 𝑣𝑎𝑙𝑢𝑒 < 0,05 yang berarti kedua variabel tersebut berpengaruh
signifikan terhadap variabel respon. Berdasarkan hasil estimasi hazard ratio dari
faktor-faktor yang paling berpengaruh, ketika pendidikan naik 1 tingkat maka
peluang graduasinya akan meningkat sebesar 1,6184 dan ketika pekerjaan naik 1
tingkat maka peluang graduasinya akan meningkat sebesar 2,4933
Description
Reupload File Ripositori 3 Februari 2026_Rudi H/Ardi
