Hubungan Dukungan Sosial dengan Kesejahteraan Spiritual Keluarga Pasien Kanker yang Menjalani Kemoterapi di Rumah Sakit Tk.III Baladhika Husada DKT Jember

dc.contributor.authorDentafira Harnanda Baliska
dc.date.accessioned2026-04-07T04:38:13Z
dc.date.issued2024-10-22
dc.descriptionReuploud file repositori 6 april 2026_Firli
dc.description.abstractKanker menjadi penyebab kematian kedua secara global setelah penyakit kardiovaskular (World Health Organization, 2024). Menurut data Global Cancer Observatory (2024) melalui International Agency for Research on Cancer melaporkan data penderita kanker di dunia pada tahun 2022 hingga 8 Februari 2024 terdapat 20,0 juta kasus dengan 9,74 juta kematian. Kemoterapi merupakan salah satu metode pengobatan untuk pasien kanker yang umum digunakan (Bukowski et al., 2020). Akan tetapi efek samping akibat kemoterapi dapat mempengaruhi kehidupan fisik, psikologis, dan sosial penderita kanker. Selain itu, efek samping kemoterapi meningkatkan kebutuhan perawatan pasien. Keluarga yang merawat pasien kanker dengan gejala yang parah akan lebih rentan terhadap masalah psikologis, fisik, finansial, dan sosial. Keperawatan paliatif membantu keluarga dalam menghadapi situasi sulit yang mencakup perhatian pada kesejahteraan spiritual, pemulihan tekanan fisik, psikologis, dan sosial. Spiritualitas memainkan peran penting dalam mengatasi tantangan pengasuhan (La et al., 2021). Namun, pengasuh keluarga pasien kanker masih belum terpenuhi akan kebutuhan spiritual, yang menyebabkan risiko tinggi mengalami gejala fisik dan psikologis (Li-Ting Huang et al., 2022). Selain itu, Pengasuh keluarga sering kali tidak menerima dukungan sosial yang memadai, sehingga meningkatkan risiko isolasi sosial dan tidak terpenuhinya dukungan sosial. Spiritualitas adalah komponen inti dari perawatan paliatif sebagai upaya mengatasi penyakit dan dampaknya, serta untuk mempertahankan kesejahteraan spiritual dan kualitas hidup Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan penelitian cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah keluarga pasien kanker yang menjalani kemoterapi di Rumah Sakit TK. III Baladhika Husada Jember tepatnya di Ruang Flamboyan menunjukkan jumlah kunjungan yang menjalani kemoterapi di bulan Juli tahun 2024 sebanyak 268 dengan jumlah pasien sebanyak 207. Sampel hasil perhitungan G*power didapatkan yaitu sebesar 84 responden. Kuesioner yang digunakan untuk mengukur kesejahteraan spiritual adalah Spiritual Well-Being Scale (SWBS) dan Kuesioner yang digunakan untuk mengukur dukungan sosial adalah Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS). Penelitian ini menggunakan analisa data analisa univariat dan analisa bivariat. Hasil penelitian karakteristik responden menunjukkan frekuensi kelompok umur 19-59 tahun tercatat sebanyak 79 orang (94%) kelompok umur ≥60 tahun ke atas sebanyak 5 orang (6%). Untuk jenis kelamin, responden didominasi oleh perempuan dengan jumlah 56 orang (66.7%), sementara laki-laki berjumlah 28 orang (33.3%). Data tingkat pendidikan responden menunjukkan bahwa 1 orang (1.2%) tidak bersekolah, 16 orang (19%) berpendidikan SD, 20 orang (23.8%) berpendidikan SMP, 26 orang (31%) berpendidikan SMA, dan 21 orang (25%) memiliki pendidikan perguruan tinggi. Dalam tabel juga menunjukkan bahwa hubungan responden dengan pasien terdiri dari anak sebanyak 57 orang (67.9%), pasangan suami/istri sebanyak 23 orang (27.4%), dan lainnya yakni sebagai saudara, bibi, dan cucu sebanyak 4 orang (4.8%). Lama merawat keluarga pasien kanker yang menjalani kemoterapi memiliki nilai mean 24.05, dengan lama merawat terpendek 4 bulan dan terpanjang 96 bulan. Hasil penelitian tiap variabel menunjukkan dukungan sosial keluarga pasien kanker yang menjalani kemoterapi dapat diketahui nilai mean 65.74 dengan nilai minimal 12 dan maksimal 84. Sedangkan hasil kesejahteraan spiritual keluarga pasien kanker yang menjalani kemoterapi dapat diketahui nilai rata-rata 98.44 dengan nilai minimal 72 dan maksimal 120. Berdasarkan hasil uji statistik Spearman Correlation menunjukkan p-value = 0.265 (α>0.05). Dapat disimpulkan bahwa penelitian yang dilakukan di RS Tk.III Baladhika Husada Jember mengenai hubungan dukungan sosial dengan kesejahteraan spiritual keluarga pasien kanker yang menjalani kemoterapi menunjukkan tidak adanya hubungan signifikan antara kedua variabel tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dukungan sosial yang diterima oleh keluarga pasien tidak berpengaruh langsung terhadap peningkatan kesejahteraan spiritual keluarga. Meskipun dukungan sosial dianggap sebagai salah satu elemen penting yang dapat membantu mengurangi stres dan meningkatkan kualitas hidup keluarga pasien kanker.
dc.description.sponsorshipDosen Pembimbing Utama : Ns. Muhamad Zulfatul A’la, S.Kep., M.Kep., Ph.D. Dosen Pembimbing Anggota : Ns. Akhmad Zainur Ridla, S.Kep., MAdvN.
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/6431
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Keperawatan
dc.subjectDukungan Sosial
dc.subjectKesejahteraan Spiritual
dc.subjectPasien Kanker
dc.subjectKemoterapi
dc.titleHubungan Dukungan Sosial dengan Kesejahteraan Spiritual Keluarga Pasien Kanker yang Menjalani Kemoterapi di Rumah Sakit Tk.III Baladhika Husada DKT Jember
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
DENTAFIRA HARNANDA BALISKA - 212310101103.pdf
Size:
1.13 MB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: