Hubungan Dukungan Sosial dengan Kesejahteraan Spiritual Keluarga Pasien Kanker yang Menjalani Kemoterapi di Rumah Sakit Tk.III Baladhika Husada DKT Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keperawatan
Abstract
Kanker menjadi penyebab kematian kedua secara global setelah penyakit
kardiovaskular (World Health Organization, 2024). Menurut data Global Cancer
Observatory (2024) melalui International Agency for Research on Cancer melaporkan data
penderita kanker di dunia pada tahun 2022 hingga 8 Februari 2024 terdapat 20,0 juta kasus
dengan 9,74 juta kematian. Kemoterapi merupakan salah satu metode pengobatan untuk
pasien kanker yang umum digunakan (Bukowski et al., 2020). Akan tetapi efek samping
akibat kemoterapi dapat mempengaruhi kehidupan fisik, psikologis, dan sosial penderita
kanker. Selain itu, efek samping kemoterapi meningkatkan kebutuhan perawatan pasien.
Keluarga yang merawat pasien kanker dengan gejala yang parah akan lebih rentan terhadap
masalah psikologis, fisik, finansial, dan sosial. Keperawatan paliatif membantu keluarga
dalam menghadapi situasi sulit yang mencakup perhatian pada kesejahteraan spiritual,
pemulihan tekanan fisik, psikologis, dan sosial. Spiritualitas memainkan peran penting
dalam mengatasi tantangan pengasuhan (La et al., 2021). Namun, pengasuh keluarga pasien
kanker masih belum terpenuhi akan kebutuhan spiritual, yang menyebabkan risiko tinggi
mengalami gejala fisik dan psikologis (Li-Ting Huang et al., 2022). Selain itu, Pengasuh
keluarga sering kali tidak menerima dukungan sosial yang memadai, sehingga
meningkatkan risiko isolasi sosial dan tidak terpenuhinya dukungan sosial. Spiritualitas
adalah komponen inti dari perawatan paliatif sebagai upaya mengatasi penyakit dan
dampaknya, serta untuk mempertahankan kesejahteraan spiritual dan kualitas hidup
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan menggunakan
rancangan penelitian cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah keluarga pasien
kanker yang menjalani kemoterapi di Rumah Sakit TK. III Baladhika Husada Jember
tepatnya di Ruang Flamboyan menunjukkan jumlah kunjungan yang menjalani kemoterapi
di bulan Juli tahun 2024 sebanyak 268 dengan jumlah pasien sebanyak 207. Sampel hasil
perhitungan G*power didapatkan yaitu sebesar 84 responden. Kuesioner yang digunakan
untuk mengukur kesejahteraan spiritual adalah Spiritual Well-Being Scale (SWBS) dan
Kuesioner yang digunakan untuk mengukur dukungan sosial adalah Multidimensional
Scale of Perceived Social Support (MSPSS). Penelitian ini menggunakan analisa data
analisa univariat dan analisa bivariat.
Hasil penelitian karakteristik responden menunjukkan frekuensi kelompok umur
19-59 tahun tercatat sebanyak 79 orang (94%) kelompok umur ≥60 tahun ke atas sebanyak
5 orang (6%). Untuk jenis kelamin, responden didominasi oleh perempuan dengan jumlah
56 orang (66.7%), sementara laki-laki berjumlah 28 orang (33.3%). Data tingkat
pendidikan responden menunjukkan bahwa 1 orang (1.2%) tidak bersekolah, 16 orang
(19%) berpendidikan SD, 20 orang (23.8%) berpendidikan SMP, 26 orang (31%)
berpendidikan SMA, dan 21 orang (25%) memiliki pendidikan perguruan tinggi. Dalam
tabel juga menunjukkan bahwa hubungan responden dengan pasien terdiri dari anak
sebanyak 57 orang (67.9%), pasangan suami/istri sebanyak 23 orang (27.4%), dan lainnya
yakni sebagai saudara, bibi, dan cucu sebanyak 4 orang (4.8%). Lama merawat keluarga
pasien kanker yang menjalani kemoterapi memiliki nilai mean 24.05, dengan lama
merawat terpendek 4 bulan dan terpanjang 96 bulan. Hasil penelitian tiap variabel
menunjukkan dukungan sosial keluarga pasien kanker yang menjalani kemoterapi dapat
diketahui nilai mean 65.74 dengan nilai minimal 12 dan maksimal 84. Sedangkan hasil
kesejahteraan spiritual keluarga pasien kanker yang menjalani kemoterapi dapat diketahui
nilai rata-rata 98.44 dengan nilai minimal 72 dan maksimal 120. Berdasarkan hasil uji
statistik Spearman Correlation menunjukkan p-value = 0.265 (α>0.05).
Dapat disimpulkan bahwa penelitian yang dilakukan di RS Tk.III Baladhika
Husada Jember mengenai hubungan dukungan sosial dengan kesejahteraan spiritual
keluarga pasien kanker yang menjalani kemoterapi menunjukkan tidak adanya hubungan
signifikan antara kedua variabel tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa
dukungan sosial yang diterima oleh keluarga pasien tidak berpengaruh langsung terhadap
peningkatan kesejahteraan spiritual keluarga. Meskipun dukungan sosial dianggap sebagai
salah satu elemen penting yang dapat membantu mengurangi stres dan meningkatkan
kualitas hidup keluarga pasien kanker.
Description
Reuploud file repositori 6 april 2026_Firli
