Analisis Pengaruh Variasi Suhu dan Waktu Torefaksi terhadap Karakteristik Biochar Limbah Kulit Kopi Robusta (Coffea Canephora) menggunakan Reaktor Tipe Rotary
| dc.contributor.author | Sulton Hidayat | |
| dc.date.accessioned | 2026-02-05T02:35:33Z | |
| dc.date.issued | 2025-02-05 | |
| dc.description | Reupload File Repositori 5 Februari 2026_Rudy K/Lia | |
| dc.description.abstract | Kecamatan Silo di Kabupaten Jember merupakan salah satu sentra produksi kopi terbesar di Jawa Timur dengan produksi mencapai 788,58 ton pada 2019. Produksi ini berpotensi menghasilkan limbah kulit kopi dalam jumlah besar, sekitar 45% dari total buah kopi (Puspaningrum & Sari, 2021). Namun, limbah ini umumnya hanya dimanfaatkan sebagai pakan ternak bernilai rendah atau dibuang begitu saja. Rendahnya pemanfaatan ini disebabkan kurangnya kesadaran masyarakat terhadap dampak lingkungan, seperti emisi metana yang memperparah pemanasan global (Syarifah et al., 2022). Salah satu solusi potensial adalah mengolah limbah kulit kopi menjadi biochar. Biochar dapat dihasilkan melalui pirolisis, gasifikasi, atau torefaksi, dengan torefaksi menjadi metode paling efisien untuk skala kecil karena berlangsung pada suhu 200–300°C dan menghasilkan biochar kaya karbon (Novita et al., 2021). Metode torefaksi adalah salah satu cara untuk melakukan pengolahan termokimia biomassa. Metode torefaksi pada penelitian ini dilakukan dengan variasi suhu 190°C, 210°C, 230°C dan waktu 90, 120, 150 menit. Dari variasi suhu dan waktu torefaksi menghasilkan 9 perlakuan dan 27 unit percobaan. Proses pembuatan biochar dilakukan dengan reaktor biochar tipe rotary. Parameter yang diamati meliputi rendemen, kadar air, kadar abu, pH, dan tekstur. Karakteristik biochar dianalisis menggunakan microsoft excel, dengan perhitungan rata-rata, standar deviasi, nilai minimum, dan maksimum, kemudian dianalisis secara deskriptif. Kualitas biochar kemudian dibandingkan terhadap standar SNI 06- 3730-1995 dan referensi penelitian biochar sebelumnya. Karakteristik biochar kulit kopi menunjukkan bahwa suhu dan waktu torefaksi yang lebih tinggi menurunkan rendemen dan kadar air, serta meningkatkan kadar abu, pH, dan kerapuhan tekstur. Perlakuan terbaik diperoleh pada suhu 230°C selama 150 menit (X3Y3), menghasilkan biochar dengan kadar air rendah (3,0%), pH basa (8,67), dan tekstur rapuh berpori halus. Meskipun kadar abu melebihi SNI, sifat ini dapat meningkatkan retensi kelembaban dan efektivitas pH biochar sebagai pembenah tanah masam. | |
| dc.description.sponsorship | DPU: Dr. Eng. Idah Andriyani, STP., MT. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/1692 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Teknologi Pertanian | |
| dc.subject | Variasi Suhu | |
| dc.subject | Torefaksi | |
| dc.subject | Limbah Kulit Kopi Robusta | |
| dc.title | Analisis Pengaruh Variasi Suhu dan Waktu Torefaksi terhadap Karakteristik Biochar Limbah Kulit Kopi Robusta (Coffea Canephora) menggunakan Reaktor Tipe Rotary | |
| dc.type | Other |
