Inovasi Manajemen Kinerja Berbasis E-Kinerja Melalui Sistem Aplikasi Kinerja Daerah (Sikanda) pada BKPSDM Kabupaten Blita
| dc.contributor.author | Ahmad Rifqi Zain | |
| dc.date.accessioned | 2026-07-02T00:42:24Z | |
| dc.date.issued | 2026-06-25 | |
| dc.description | Validasi dan Finalisasi Repositori File 02 Juli 2026_Kholif Basri | |
| dc.description.abstract | Di era saat ini, perkembangan teknologi dan informasi semakin canggih dan cepat. Perkembangan tersebut kemudian dimanfaatkan oleh pemerintah dalam menjalankan roda pemerintahannya. Pemanfaatan perkembangan teknologi dan informasi dalam ranah pemerintah menjadikan beberapa aktivitas pemerintahan yang tadinya dijalankan secara manual mulai beralih pada sistem elektronik yang kemudian disebut dengan istilah E-Government. Semangat perubahan tersebut juga dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Blitar melalui BKPSDM Kabupaten Blitar dalam menjalankan program pemberian Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP). Demi menyukseskan program tersebut dibutuhkan reformasi birokrasi di bidang standar operasional prosedur dalam mensinergikan data-data kinerja dan basis data yang akurat dengan kriteria yang sudah distandarkan khususnya pada pencatatan aktivitas harian pegawai. Hal ini dikarenakan pencatatan aktivitas harian yang sudah dijalankan menggunakan media buku agenda pegawai belum mampu memberikan data-data kinerja yang akuntabel yang disebabkan oleh tidak adanya kriteria dan standar yang jelas serta kerentanan data aktivitas yang bisa hilang akibat suatu hal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui inovasi dan tipologi inovasi berdasarkan teori Halvorsen (Halvorsen et al. 2005) yang dilakukan di BKPSDM Kabupaten Blitar. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi yang dilakukan oleh BKPSDM Kabupaten Blitar pada pencatatan aktivitas harian pegawai adalah Sistem Aplikasi Kinerja Daerah (SIKANDA). Inovasi ini merupakan bentuk pendigitalisasian dan penstandarisasian pencatatan aktivitas harian pegawai. Berdasarkan teori Halvorsen (Halvorsen et al. 2005), hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi di BKSDM Kabupaten Blitar sesuai dengan lima dari enam tipologi inovasi Halvorsen. Tipologi inovasi yang paling mendominasi adalah administrative innovation dan conceptual innovation. Kedua inovasi ini berdampak pada ketiga tipologi inovasi lainnya, yaitu pengembangan layanan, inovasi proses, dan inovasi sistem. Kemudian pada label inovasi Halvorsen, SIKANDA dapat dilabeli sebagai Incremental innovations, top-down innovation, dan Needs-led innovations. | |
| dc.description.sponsorship | DPU: Hermanto Rohman, S.Sos., M.РА DPA: M. Hadi Makmur, S.Sos, M.AP | |
| dc.identifier.other | Kholif Basri | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/10388 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik | |
| dc.subject | tipologi inovasi | |
| dc.subject | pencatatan aktivitas harian | |
| dc.subject | inovasi pencataatan aktivitas harian | |
| dc.title | Inovasi Manajemen Kinerja Berbasis E-Kinerja Melalui Sistem Aplikasi Kinerja Daerah (Sikanda) pada BKPSDM Kabupaten Blita | |
| dc.type | Other |
Files
Original bundle
1 - 1 of 1
Loading...
- Name:
- Inovasi SIKANDA_Ahmad Rifqi Zain_190910201058.pdf
- Size:
- 5.17 MB
- Format:
- Adobe Portable Document Format
License bundle
1 - 1 of 1
Loading...
- Name:
- license.txt
- Size:
- 1.71 KB
- Format:
- Item-specific license agreed to upon submission
- Description:
