Inovasi Manajemen Kinerja Berbasis E-Kinerja Melalui Sistem Aplikasi Kinerja Daerah (Sikanda) pada BKPSDM Kabupaten Blita
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Abstract
Di era saat ini, perkembangan teknologi dan informasi semakin canggih dan cepat.
Perkembangan tersebut kemudian dimanfaatkan oleh pemerintah dalam
menjalankan roda pemerintahannya. Pemanfaatan perkembangan teknologi dan
informasi dalam ranah pemerintah menjadikan beberapa aktivitas pemerintahan
yang tadinya dijalankan secara manual mulai beralih pada sistem elektronik yang
kemudian disebut dengan istilah E-Government. Semangat perubahan tersebut juga
dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Blitar melalui BKPSDM Kabupaten Blitar
dalam menjalankan program pemberian Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP).
Demi menyukseskan program tersebut dibutuhkan reformasi birokrasi di bidang
standar operasional prosedur dalam mensinergikan data-data kinerja dan basis data
yang akurat dengan kriteria yang sudah distandarkan khususnya pada pencatatan
aktivitas harian pegawai. Hal ini dikarenakan pencatatan aktivitas harian yang
sudah dijalankan menggunakan media buku agenda pegawai belum mampu
memberikan data-data kinerja yang akuntabel yang disebabkan oleh tidak adanya
kriteria dan standar yang jelas serta kerentanan data aktivitas yang bisa hilang
akibat suatu hal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui inovasi dan tipologi
inovasi berdasarkan teori Halvorsen (Halvorsen et al. 2005) yang dilakukan di
BKPSDM Kabupaten Blitar. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan metode
deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi yang dilakukan oleh
BKPSDM Kabupaten Blitar pada pencatatan aktivitas harian pegawai adalah
Sistem Aplikasi Kinerja Daerah (SIKANDA). Inovasi ini merupakan bentuk
pendigitalisasian dan penstandarisasian pencatatan aktivitas harian pegawai.
Berdasarkan teori Halvorsen (Halvorsen et al. 2005), hasil penelitian menunjukkan
bahwa inovasi di BKSDM Kabupaten Blitar sesuai dengan lima dari enam tipologi
inovasi Halvorsen. Tipologi inovasi yang paling mendominasi adalah
administrative innovation dan conceptual innovation. Kedua inovasi ini berdampak
pada ketiga tipologi inovasi lainnya, yaitu pengembangan layanan, inovasi proses,
dan inovasi sistem. Kemudian pada label inovasi Halvorsen, SIKANDA dapat
dilabeli sebagai Incremental innovations, top-down innovation, dan Needs-led
innovations.
Description
Validasi dan Finalisasi Repositori File 02 Juli 2026_Kholif Basri
