Hubungan Resiliensi dengan Kepuasan Pengobatan pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Sumbersari Kabupaten Jember

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Keperawatan

Abstract

Diabetes Melitus adalah salah satu penyakit kronis yang membutuhkan perawatan dan pengobatan jangka panjang dan berkelanjutan. Manajemen pengelolaan DM yang harus dipatuhi memerlukan komitmen dan waktu yang lama membuat pasien mengalami kejenuhan. Keberhasilan pengelolaan DM oleh pasien membutuhkan pendekatan komplek dan jangka panjang yang memerlukan komitmen besar dari pasien. Pasien diabetes harus makan makanan sehat, lebih aktif secara fisik, dan sering melakukan pemantauan gula darah secara mandiri. Proses pengobatan pengelolaan DM yang lama dan berkelanjutan beresiko meningkatkan masalah beberapa masalah misalnya menurunnya fungsi fisik, psikologis, dan ketidakpatuhan pengobatan serta perawatan diri. Adanya masalah tersebut menuntut pasien untuk melakukan penyesuaian atau adaptasi salah satunya dengan meningkatkan resiliensi terhadap penyakit yang diderita. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis korelasi resiliensi dengan kepuasan pengobatan pada pasien DM Tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Sumbersari Kabupaten Jember. Penelitian observasional analitik dilakukan dengan berfokus pada penyebab dan efek kejadian kesehatan sat ini, yang kemudian menganalisis dinamika hubungan antara kejadian atau antara komponen risiko dan efek. Penelitian ini melibatkan 84 responden yang dipilih secara acak. Teknik pengampilan sampel yang dilakukan adlaah cluster random sampling yang membagi wilayah Puskesmas Sumbersari menjadi 5 wilayah . Uji korelasi Kendall Tahu digunakan untuk mengetahui hubungan korelasi dan tingkat signifikan kedua variabel yang digunakan. Hasil analisis data diketahui bahwa nilai mean resiliensi 76,67, minimal 58, maksimal 100 dari skala 0-100. Sedangkan untuk variabel kepuasan pengobatan menunjukkan hasil nilai mean 32,49, minimal 13, maksimal 36 dari skala 0-36. Sedangkan untuk indikator kontrol glikemik yang meliputi hiperglikemia dan hipoglikemia menunjukkan nilai mean 1,54, minimal 0, maksimal 5 untuk hiperglikemia dan mean 0,85, minimal 0, maksimal 6 untuk hipoglikemia dari skala 0-6. Hasil uji statistik Kendall Tau menunjukkan hasil p value 0,019 kurang dari 0,05 yang berarti Ha diterima dan menunjukkan adanya korelasi yang signifikan antara variabel resiliensi dengan kepuasan pengobatan. Untuk koefisien korelasi (correlation coefficient) menunjukkan hasil 0,195 yang diintrepetasikan bahwa arah hubungan positif dengan kekuatan hubungan sangat lemah. Hal ini menunjukkan bahwa semakin baik resiliensi yang dimiliki seorang pasien maka akan semakin baik pula kepuasan pengobatan pada pasien DM Tipe 2. Maka dari itu, peneliti berasumsi dengan adanya nilai resiliensi yang semakin baik pada pasien DM Tipe 2 maka kepuasan pengobatan yang tercapai juga semakin baik. Berdasarkan hal tersebut diperlukan adanya peningkatan resiliensi untuk meningkatkan kepuasan pengobatan pasien. Dengan meningkatnya kepuasan pengobatan maka akan meningkat pula kepatuhan pengobatan. Peningkatan resiliensi dapat dilakukan dengan selain pemeriksaan rutin ke dokter juga dapat melakukan kunjungan rutin ke psikiater atau pemeriksaan psikologi untuk meningkatkan koping positif.

Description

Reuploud file repositori 26 Feb 2026_Firli

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By