Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Masalah terhadap Kemampuan Pemecahan dan Pengajuan Masalah Siswa SMAN 2 Jember pada Materi Barisan dan Deret Aritmetika
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran
berbasis masalah terhadap kemampuan pemecahan dan pengajuan masalah pada
materi Barisan dan Deret Aritmetika. Penelitian ini termasuk dalam jenis
penelitian eksperimen semu (quasi experiment) dan bentuk desain penelitiannya
menggunakan non-equivalent (pre-test-post-test) control group design digunakan
oleh peneliti untuk memberikan perlakuan pada kelompok tertentu dan
membandingkannya dengan kelompok lain guna melihat perbedaan yang terjadi.
Instrumen dalam penelitian ini berupa instrumen tes dan lembar observasi
keterlaksanaan pembelajaran. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam
penelitian ini yaitu tes dan observasi. Populasi dalam penelitian ini yaitu sebagian
siswa kelas X SMAN 2 Jember semester ganjil tahun ajaran 2024/2025. Sampel
dalam penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling dan dipilih dua
kelas sebagai sampel penelitian, kedua kelas tersebut adalah kelas X.8 sebagai
kelas eksperimen 1 yang mendapatkan perlakuan berupa model pembelajaran
berbasis masalah terhadap kemampuan pemecahan masalah dan kelas X.9 sebagai
kelas eksperimen 2 yang mendapatkan perlakuan berupa model pembelajaran
berbasis masalah terhadap kemampuan pengajuan masalah. Teknik analisis data
dalam penelitian ini menggunakan uji Independen Sample T-Test dengan
menggunakan software SPSS.
Hasil rata-rata pre-test kelas eksperimen 1 sebesar 46,62, setelah
diterapkannya model pembelajaran berbasis masalah, rata-rata nilai meningkat
menjadi 59,80. Hasil uji antara nilai pre-test dan post-test kelas eksperimen 1
menggunakan uji Independen Sample T-Test menghasilkan nilai Sig. (2-Tailed) <
0,05 yaitu sebesar dan dapat disimpulkan bahwa terdapat
pengaruh kemampuan pemecahan masalah matematis siswa setelah diberi
perlakuan. Sedangkan rata-rata pre-test kelas eksperimen 2 sebesar 21,36, setelah
diterapkannya model pembelajaran berbasis masalah, rata-rata nilai post-test
meningkat menjadi 22,84, Hasil uji antara nilai pre-test dan post-test kelas
eksperimen 2 menggunakan uji Independen Sample T-Test menghasilkan nilai
Sig. (2-Tailed) < 0,05 yaitu sebesar dan dapat disimpulkan bahwa
terdapat pengaruh kemampuan pengajuan masalah matematis siswa setelah diberi
perlakuan. Oleh karena itu, berdasarkan hasil uji Independen Sample T-Test dapat
disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran berbasis masalah memberikan
pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan pemecahan dan pengajuan
masalah matematis siswa.
Description
upload by Teddy_19/01/2026
