Pandemi Dalam Sejarah: Flu Spanyol Di Jawa Tahun 1918-1920
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Pembahasan mengenai wabah penyakit di masa lalu ramai
diperbincangkan kembali pada tahun 2020 karena kemunculan covid-19. Salah
satunnya flu spanyol yang terjadi pada tahun 1918 dan menjadi pandemi pertama
yang dihadapi Pemerintah Hindia Belanda. Sebelum tahun 1918 penyakit yang
menyerang kawasan Hindia Belanda sifatnya masih epidemi, dalam satu daerah
saja tidak menyebar luas. Seperti wabah pes, kolera, malaria, dan SARS. Pandemi
flu spanyol merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus influenza tipe A dari
varian H1N1. Kasus virus flu spanyol pertama di Hindia Belanda dilaporkan
terjadi di Pankattan Sumatera Timur bulan Juni 1918. Masa inkubasi virus hanya
berlangsung dalam tiga hari dan dengan cepat meyebar ke Medan pada 16 Juli
1918. Fasilitas kesehatan di tahun 1918 belum merata membuat penanganan virus
tidak maksimal sehingga banyak masyarakat yang menjadi korban jiwa.
Pemerintah Hindia Belanda yang mengabaikan peringatan Konsul Belanda di
Singapura untuk mencegah kapal-kapal luar negeri yang akan berlabuh di
HindiaBelanda semakin memperparah keadaan.
Rumusan permasalahan dalam penelitian ini meliputi 1) Bagaimana
munculnya pandemi flu spanyol di Jawa tahun 1918-1920?; 2) Bagaimana
Pemerintah Hindia Belanda dalam menangani pandemi flu spanyol di Jawa tahun
1918-1920?; 3) Bagaimana dampak pandemi flu spanyol di Jawa tahun 1918-
1920?. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis secara mendalam
kemunculan dan penyebaran pandemi flu spanyol, kebijakan Pemerintah Hindia
Belanda dalam menangani pademi flu spanyol, dan dampak yang ditimbulkan
pandemi flu spanyol di Jawa tahun 1918-1920. Teori yang digunakan adalah
Triangle Theory oleh John Gordon dan de Le Richt serta pendekatan Sosiologi
Kesehatan. Metode yang digunakan merupakan metode sejarah dengan lima
tahapan meliputi, pemilihan topik, pengumpulan sumber, verifikasi, interpretasi,
dan historiografi.
Hasil penelitian menunjukkan kegiatan perdagangan yang dilakukan di
pelabuhan membuat virus flu spanyol menjangkit kawasan Jawa. Kontak sosial
yang dilakukan penumpang kapal-kapal Eropa yang singgah di Hongkong dan
Singapura dengan masyarakat di Jawa ini menyebabkan virus menular dan
menyebar ke seluruh wilayah Jawa. Masyarakat Batavia menjadi korban
penyebaran virus flu spanyol dan membuat rumah sakit-rumah sakit penuh dengan
pasien. Fasilitas kesehatan yang masih dalam tahap perkembangan membuat
banyak pasien harus menempati lorong-lorong rumah sakit dengan beralaskan
seadannya. Masyarakat bumiputra yang terdiskriminasi dan kurangnya
penghasilan membuat mereka sulit mendapatkan layanan kesehatan dan berakhir
mengandalkan obat-obatan tradisional atau pergi ke dukun. Masyarakat juga
mempercayai takhayul mengusir roh jahat dengan harapan virus dapat hilang dari
wilayahnya. Pemerintah segera mengatasi permasalahan ini dengan membentuk
Komisi Influenza dan mengesahkan Influenza Ordonnantie. Dampak penyebaran
virus berpengaruh pada kondisi demografi Jawa.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah: 1) virus flu spanyol masuk ke Jawa
di bawa penumpang dan awak kapal luar negeri yang berinteraksi dengan
penduduk Jawa; 2) penyebaran di kalangan masyarakat Jawa sangat karena masa
inkubasi virus hanya 3 hari, kondisi lingkungan yang kurang sehat juga membuat
penyakit dan virus mudah menjangkit mereka; 3) Pemerintah membentuk Komisi
Influenza dan mengesahkan Influenza Ordonanntie untuk menghentikan
penyebaran virus; 4) dampak yang ditimbulkan virus flu spanyol membuat angka
mortalitas naik dua kali lipat dibandingkan tahun 1917, dari 673,830 jiwa menjadi
1,227.121 jiwa di tahun 1918. Produksi gula juga mengalami penurunan karena
adannya pengalihan ke lahan pertanian untuk memenuhi kebutuhan pangan di
Hindia Belanda. Saran penelitian ini diharapkan menjadi bahan referensi dan
menambah kajian pengetahuan mengenai sejarah sosial kesehatan di Indonesia
serta peristiwa bersejarah di masa kolonial. Dapat dilakukan penelitian lebih lanjut
mengenai sejarah pandemi yang pernah menjangkit Indonesia di masa lalu.
Description
Reupload File Repositori 24 Februari 2026_Teddy/Hendra
