Analisis Pemecahan Masalah Matematika Siswa pada Materi Perbandingan Menggunakan Tahapan IDEAL Problem Solving Ditinjau dari Gaya Kognitif
| dc.contributor.author | Tarisa Alya Ridha | |
| dc.date.accessioned | 2026-02-03T04:26:55Z | |
| dc.date.issued | 2025-06-13 | |
| dc.description | Reupload file repositori 3 Februari 2026_Yudi/Rega | |
| dc.description.abstract | Pemecahan masalah matematika adalah usaha untuk menyelesaikan permasalahan dalam matematika menggunakan pemahaman dan keterampilan yang telah dipelajari sebelumnya. Salah satu model dalam pemecahan masalah yaitu pemecahan masalah IDEAL yang dicetuskan oleh Bransford dan Stein. Terdapat 5 tahapan pemecahan IDEAL yaitu identify problems, define goals, explore possible strategies, anticipate outcomes and act, dan look back and learn. Dalam memecahkan masalah matematika, hasil penyelesaian yang diperoleh setiap siswa berbeda. Hal tersebut dikarenakan kencenderungan pikiran siswa dalam merespon stimulus pada saat menerima, mengolah, mengaplikasikannya untuk menyelesaikan masalah. Gaya kognitif berpengaruh terhadap pemecahan masalah siswa. Penelitian ini berfokus pada gaya kognitif field independent dan field dependent. Siswa field independent lebih suka belajar sendiri dan termotivasi dari dalam diri. Sementara itu, siswa field dependent lebih suka belajar bersama orang lain dan membutuhkan dorongan dari luar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemecahan masalah matematika siswa dengan gaya kognitif field independent dan field dependent pada materi perbandingan menggunakan tahapan IDEAL problem solving. Metode penelitian yang digunakan adalah metode tes dan wawancara. Daerah penelitian yang dipilih adalah SMP Negeri 2 Jember. Pemilihan subjek penelitian berdasarkan angket gaya kognitif GEFT dan mempertimbangkan hasil tes pemecahan masalah siswa. Berdasarkan hasil analisis tes GEFT dan hasil tes pemecahan masalah, selanjutnya dipilih subjek penelitian yaitu 2 siswa field independent dengan skor tertinggi dan 2 siswa field dependent dengan skor terendah dan dengan mempertimbangkan hasil tes pemecahan masalah siswa yang melakukan indikator pemecahan masalah IDEAL yang setara. Setelah pemilihan subjek penelitian kemudian dilaksanakan wawancara kepada empat subjek penelitian yang telah terpilih untuk menggali pemecahan masalah siswa yang tidak muncul pada pengerjaan tes. Berdasarkan hasil analisis pemecahan masalah matematikas siswa pada materi perbandingan menggunakan tahapan IDEAL problem solving ditinjau dari gaya kognitif, siswa field independent melakukan tahapan identify problem yaitu membaca permasalahan yang diberikan, memahami setiap kata dalam masalah yang diberikan, menceritakan permasalahan menggunakan bahasa sendiri. Pada tahapan define goal siswa FI menuliskan informasi yang diketahui, menuliskan permasalahan yang ditanyakan, merepresentasikan masalah dalam bentuk verbal, simbol, dan terkadang visual. Pada tahapan explore possible strategies siswa FI memiliki satu strategi pemecahan masalah dan memilih strategi yang dimiliki berdasarkan pengetahuannya. Pada tahapan anticipate outcomes and act, siswa FI menliskan langkah-langkah penyelesaian sesuai dengan strategi yang dipilih. Pada tahapan look back and learn, mereka melakukan pengoreksian kembali pada bagian konsep atau rumus, melakukan pengoreksian kembali pada bagian perhitungan dengan menghitung kembali hasil pekerjaannya dan tidak menggunakan strategi yang lain untuk memastikan jawaban. Siswa field dependent melakukan tahapan identify problem yaitu membaca permasalahan yang diberikan, memahami setiap kata dalam masalah yang diberikan, menceritakan permasalahan menggunakan bahasa sendiri. Pada tahapan define goal siswa FD menuliskan atau menyebutkan informasi yang diketahui, menyebutkan permasalahan yang ditanyakan, merepresentasikan masalah dalam bentuk verbal dan simbol. Pada tahapan explore possible strategies siswa FD memiliki satu strategi pemecahan masalah dan memilih strategi yang dimiliki berdasarkan pengetahuannya. Pada tahapan anticipate outcomes and act, siswa FD menliskan langkah-langkah penyelesaian, namun terkadang tidak terstruktur dan terdapat kesalahan perhitungan. Pada tahapan look back and learn, mereka tidak melakukan pengoreksian kembali pada bagian konsep atau rumus, tidak melakukan pengoreksian kembali pada bagian perhitungan dan tidak menggunakan strategi yang lain untuk memastikan jawaban. | |
| dc.description.sponsorship | DPU: Dr. Nurcholif Diah Sri Lestari, S.Pd., M.Pd. DPA: Randi Pratama Murtikusuma, S.Pd., M.Pd. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/1250 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan | |
| dc.subject | Mathematical problem solving | |
| dc.subject | cognitive style | |
| dc.title | Analisis Pemecahan Masalah Matematika Siswa pada Materi Perbandingan Menggunakan Tahapan IDEAL Problem Solving Ditinjau dari Gaya Kognitif | |
| dc.type | Other |
