Analisis Pemecahan Masalah Matematika Siswa pada Materi Perbandingan Menggunakan Tahapan IDEAL Problem Solving Ditinjau dari Gaya Kognitif
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Pemecahan masalah matematika adalah usaha untuk menyelesaikan
permasalahan dalam matematika menggunakan pemahaman dan keterampilan
yang telah dipelajari sebelumnya. Salah satu model dalam pemecahan masalah
yaitu pemecahan masalah IDEAL yang dicetuskan oleh Bransford dan Stein.
Terdapat 5 tahapan pemecahan IDEAL yaitu identify problems, define goals,
explore possible strategies, anticipate outcomes and act, dan look back and learn.
Dalam memecahkan masalah matematika, hasil penyelesaian yang diperoleh
setiap siswa berbeda. Hal tersebut dikarenakan kencenderungan pikiran siswa
dalam merespon stimulus pada saat menerima, mengolah, mengaplikasikannya
untuk menyelesaikan masalah. Gaya kognitif berpengaruh terhadap pemecahan
masalah siswa. Penelitian ini berfokus pada gaya kognitif field independent dan
field dependent. Siswa field independent lebih suka belajar sendiri dan termotivasi
dari dalam diri. Sementara itu, siswa field dependent lebih suka belajar bersama
orang lain dan membutuhkan dorongan dari luar.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemecahan masalah
matematika siswa dengan gaya kognitif field independent dan field dependent
pada materi perbandingan menggunakan tahapan IDEAL problem solving.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode tes dan wawancara. Daerah
penelitian yang dipilih adalah SMP Negeri 2 Jember. Pemilihan subjek penelitian
berdasarkan angket gaya kognitif GEFT dan mempertimbangkan hasil tes
pemecahan masalah siswa. Berdasarkan hasil analisis tes GEFT dan hasil tes
pemecahan masalah, selanjutnya dipilih subjek penelitian yaitu 2 siswa field
independent dengan skor tertinggi dan 2 siswa field dependent dengan skor
terendah dan dengan mempertimbangkan hasil tes pemecahan masalah siswa yang
melakukan indikator pemecahan masalah IDEAL yang setara. Setelah pemilihan
subjek penelitian kemudian dilaksanakan wawancara kepada empat subjek penelitian yang telah terpilih untuk menggali pemecahan masalah siswa yang
tidak muncul pada pengerjaan tes.
Berdasarkan hasil analisis pemecahan masalah matematikas siswa pada
materi perbandingan menggunakan tahapan IDEAL problem solving ditinjau dari
gaya kognitif, siswa field independent melakukan tahapan identify problem yaitu
membaca permasalahan yang diberikan, memahami setiap kata dalam masalah
yang diberikan, menceritakan permasalahan menggunakan bahasa sendiri. Pada
tahapan define goal siswa FI menuliskan informasi yang diketahui, menuliskan
permasalahan yang ditanyakan, merepresentasikan masalah dalam bentuk verbal,
simbol, dan terkadang visual. Pada tahapan explore possible strategies siswa FI
memiliki satu strategi pemecahan masalah dan memilih strategi yang dimiliki
berdasarkan pengetahuannya. Pada tahapan anticipate outcomes and act, siswa FI
menliskan langkah-langkah penyelesaian sesuai dengan strategi yang dipilih. Pada
tahapan look back and learn, mereka melakukan pengoreksian kembali pada
bagian konsep atau rumus, melakukan pengoreksian kembali pada bagian
perhitungan dengan menghitung kembali hasil pekerjaannya dan tidak
menggunakan strategi yang lain untuk memastikan jawaban.
Siswa field dependent melakukan tahapan identify problem yaitu membaca
permasalahan yang diberikan, memahami setiap kata dalam masalah yang
diberikan, menceritakan permasalahan menggunakan bahasa sendiri. Pada tahapan
define goal siswa FD menuliskan atau menyebutkan informasi yang diketahui,
menyebutkan permasalahan yang ditanyakan, merepresentasikan masalah dalam
bentuk verbal dan simbol. Pada tahapan explore possible strategies siswa FD
memiliki satu strategi pemecahan masalah dan memilih strategi yang dimiliki
berdasarkan pengetahuannya. Pada tahapan anticipate outcomes and act, siswa
FD menliskan langkah-langkah penyelesaian, namun terkadang tidak terstruktur
dan terdapat kesalahan perhitungan. Pada tahapan look back and learn, mereka
tidak melakukan pengoreksian kembali pada bagian konsep atau rumus, tidak
melakukan pengoreksian kembali pada bagian perhitungan dan tidak
menggunakan strategi yang lain untuk memastikan jawaban.
Description
Reupload file repositori 3 Februari 2026_Yudi/Rega
